Saturday, 12 Ramadhan 1442 / 24 April 2021

Saturday, 12 Ramadhan 1442 / 24 April 2021

Ada Jenis Baru Virus Corona, Inggris Larang Perayaan Natal

Ahad 20 Dec 2020 11:45 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Christiyaningsih

Situasi natal di Inggris (ilustrasi)

Situasi natal di Inggris (ilustrasi)

Foto: www.onislam.ne
Warga Inggris diizinkan bertemu teman dan keluarga hanya pada Hari Natal 25 Desember

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Perdana Menteri Boris Johnson memberlakukan lockdown yang efektif pada lebih dari 16 juta orang di Inggris dan membatalkan rencana untuk mengurangi pembatasan selama Natal. Hal ini dilakukan karena Inggris berurusan dengan strain virus corona baru yang hingga 70 persen lebih dapat ditularkan daripada aslinya.

Meskipun Johnson dan penasihat ilmiahnya yakin vaksin akan tetap efektif dan jenis baru ini tidak lebih mematikan atau lebih serius dalam hal penyakit yang disebabkannya, tapi pemerintah Inggris memutuskan harus mengambil tindakan segera.

Jumlah kasus Covid-19 di Inggris melonjak dalam dua pekan terakhir karena varian baru virus. Karena itu, PM mengubah rencana untuk mengizinkan tiga rumah tangga bercampur di dalam ruangan selama lima hari selama periode perayaan.

Ia mengatakan London dan Inggris tenggara, yang saat ini berada di level tertinggi dari sistem aturan tiga tingkat, sekarang akan ditempatkan di Tier tingkat 4, mirip dengan lockdown nasional baru-baru ini.

“Dengan berat hati saya harus memberitahu Anda bahwa kita tidak dapat melanjutkan Natal seperti yang direncanakan. Saya sangat yakin tidak ada alternatif yang terbuka untuk saya," kata Johnson dalam konferensi pers.

Orang-orang di Tingkat 4, yakni 16,4 juta dan sekitar sepertiga dari populasi Inggris, akan diminta untuk tinggal di rumah kecuali untuk alasan penting seperti pekerjaan, dan toko ritel yang tidak penting akan ditutup. Begitu juga dengan waktu luang dan hiburan dalam ruangan.

Perpaduan sosial akan dibatasi untuk bertemu satu orang lain di ruang luar. Aturan baru akan mulai berlaku mulai tengah malam pada Sabtu.

Johnson, yang tanggapan awalnya terhadap pandemi telah dikritik karena terlalu lambat, telah menolak seruan untuk mengubah rencana relaksasi Natal. Ia mengatakan pada Rabu bahwa ini tidak manusiawi untuk melarangnya.

Namun, mereka yang sekarang berada di Tingkat 4 tidak akan diizinkan untuk berbaur dengan orang lain selama Natal. Semua orang di Inggris sekarang akan diizinkan bertemu teman dan keluarga hanya pada Hari Natal di 25 Desember.

Seperti negara lain di Eropa, Inggris sedang berjuang untuk menahan gelombang baru virus. Negara ini melaporkan 27.052 kasus Covid-19 baru pada Sabtu (19/12), menjadikan total lebih dari dua juta, dan 534 kematian lebih banyak, menjadikan jumlah resmi keseluruhan lebih dari 67 ribu.

Telah terjadi lonjakan infeksi yang dipicu oleh jenis virus baru, VUI202012/01. “Virus ini telah lepas landas, bergerak cepat, dan pasti mengarah ke peningkatan tajam dalam penerimaan rumah sakit,” kata Kepala Ilmiah Inggris Patrick Vallance.

Kepala Petugas Medis Inggris Chris Whitty mengatakan pihak berwenang telah memberi tahu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan terus menganalisis data. “Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa itu lebih mematikan atau menyebabkan penyakit yang lebih parah. Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa vaksin tersebut akan menjadi kurang efektif terhadap varian baru," kata Johnson.

Negara lain juga telah melaporkan varian virus tersebut. Afrika Selatan mengatakan pada Jumat satu jenis seperti itu mendorong gelombang kedua infeksi di sana.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA