Rabu 16 Dec 2020 17:45 WIB

Pemprov Jatim: Kebijakan Swab Antigen Bakal Menyulitkan

Kebijakan bisa diterapkan melalui pintu masuk jalur udara atau di destinasi wisata.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Ratna Puspita
[Ilustrasi] Wisatawan berjalan di tengah taman bunga dengan latar belakang patung keris di taman wisata Nakula Park, Desa Kendalbulur, Tulungagung, Jawa Timur.
Foto: Destyan Sujarwoko/ANTARA FOTO
[Ilustrasi] Wisatawan berjalan di tengah taman bunga dengan latar belakang patung keris di taman wisata Nakula Park, Desa Kendalbulur, Tulungagung, Jawa Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mengatakan kebijakan swab antigen bagi setiap wisatawan yang masuk ke Jatim bakal memunculkan kesulitan dalam hal pengawasan. Khususnya, pengawasan wisatawan yang masuk ke Jatim lewat jalur darat. 

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim Tri Bagus Sasmito mengatakan, yang paling memungkinkan adalah melakukan pemantauan atau pengawasan pergerakan wisatawan yang masuk lewat jalur udara. "Kalau masuk tol pasti susah. Mungkin bisa yang lewat udara atau pelabuhan mungkin. Kalau darat ya banyak jalan masuknya. Banyak jalan tikusnya," ujarnya kepada Republika, Rabu (16/12).

Baca Juga

Selain pintu masuk jalur udara, Bagus mengatakan, kebijakan melakukan swab antigen masih memungkinkan jika dijalankan di destinasi-destinasi wisata yang ada di Jatim. Namun, Bagus mengatakan, tetap harus dikoordinasikan dengan kabupaten/ kota setempat, terutama terkait kesiapan daerah yang bersangkutan.

"Ya kalau itu diterapkan di destinasi wisata kita sesuaikan. Kalau di destinasi itu ya ditunjukan (suratnya) bisa jadi di posko di destinasi wisata itu. Tapi ya koordinasi dengan kabupaten/ kota melihat perlembangan nanti seperti apa," ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta agar wisatawan yang keluar-masuk daerah wisata di wilayah setempat agar dilakukan swab antigen. Menurutnya langkah tersebut perlu dilakukan guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

Apalagi, pascalibur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW, sempat terjadi peningkatan kasus Covid-19 di wilayah setempat. Khofifah tak ingin itu kembali terulang saat libur akhir tahun 2020.

Khofifah pun memint daerah-daerah di Jatim, utamanya daerah perbatasan yang menjadi pintu masuk ke Jatim, melakukan penguatan dalam pengawasan Prokes di masyarakat. Khofifah juga meminta daerah setempat memghitung ulang kebutuhan logistik dalam upaya penegakan protokol kesehatan tersebut.

"Tolong dihitung kembali logistik untuk persiapan daerah-daerah yang biasanya ramai sebagai tujuan mudik maupun wisata. Pastikan mereka di swab antigen. Utamanya daerah-daerah yang menjadi pintu  keluar masuk baik darat, laut, maupun udara," kata Khofifah. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement