Sunday, 10 Jumadil Awwal 1444 / 04 December 2022

Pesantren di Salatiga Diimbau Belajar Daring

Senin 14 Dec 2020 22:00 WIB

Rep: BOWO PRIBADI/ Red: Muhammad Hafil

Petugas kesehatan melakukan pengambilan sampel tes usap/ SWAB di Pondok Pesantren. Ilustrasi

Petugas kesehatan melakukan pengambilan sampel tes usap/ SWAB di Pondok Pesantren. Ilustrasi

Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Pesantren diimbau belajar daring.

REPUBLIKA.CO.ID, SALATIGA—Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Salatiga terus berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 serta Dinasa Kesehatan (Dinkes) Kota Salatiga, untuk menangani ratusan santri yang positif terpapar Covid-19 di lingkungan pondok pesantren.

Sejauh ini, warga pesantren --santri dan pengajar-- yang telah terkonfirmasi Covid-19 sudah menjalani proses isolasi. Guna memastikan proses treatmen mereka bisa optimal, Kantor Kemenag Kota Salatiga bersama dengan Satgas Covid-19 serta Dinkes Kota Salatiga terus memonitor perkembangannya.

Baca Juga

Kepala Kantor Kemenag Kota Salatiga, Nurudin yang dikonfirmasi mengungkapkan, untuk menindaklanjuti munculnya klaster penyebaran di sejumlah pondok pesantren di Kota Salatiga, telah mendisposisikan Kasi Pondok Pesantren (Pontren) untuk berkoordinasi dengan berbagai institusi terkait, dalam hal ini, Satgas Covid-19 serta Dinkes Kota Salatiga.

“Baik untuk penanganan para santri dan warga pondok yang sedang menjalani isolasi maupun langkah- langkah pencegahan yang harus diupayakan, khususnya untuk pondok pesantren lain, yang berada di wilayah Kota Salatiga,” ungkapnya, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (14/12).

Hal ini diamini oleh Kasi Pontren Kantor Kemenag Kota Salatiga, Komarul Azis. Ia mengungkapkan, sesuai dengan petunjuk Satgas Covid-19, pondok pesantren yang menjadi klaster penyebaran telah dilockdown sementara dengan tidak memperbolehkan lalu lintas orang keluar masuk.

Kemenag Kota Salatiga telah mengeluarkan imbauan kepada pondok pesantren lain untuk melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 melalui penerapan protokol kesehatan (prokes) lebih ketat sesuai dengan tatakelola serta SOP pencegahan yang dikeluarkan oleh Satgas Covid-19 Kota Salatiga.

Selain itu juga melakukan langkah- langkah antisipasi –khususnya-- bagi lalu lintas warga dari luar lingkungan pondok.

“Untuk pencegahan, Kemenag Kota Salatiga juga telah mengarahkan kepada pondok pesantren lainnya untuk sementara tidak melakukan kegiatan secara tatap muka, namun kegiatan santri dilakukan secara daring terlebih dahulu,” tegasnya.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga untuk memastikan kembali tingkat kesadaran warganya terhadap pentignya disiplin serta kepatuhan dalam melaksanakan prokes pencegahan Covid-19.

Menurutnya, perkembangan Covid-19 di Jawa Tengah dan di Kota Salatiga yang masih   mengalami lonjakan dan tren yang terus naik, menunjukkan pandemi Covid-19 belum mencapai puncaknya. Karena itu, ia meminta semua pihak bisa terus menjaga diri dengan melaksanakan prokes ketat bersama- sama.

Maka semua komponen warga Kota Salatiga harus melakukan upaya preventif dan promotif secara bersama- sama agar bisa mengendalikan dan menekan laju kurva peningkatan kasus Covid-19 menjadi landai. Salah satunya dengan mengoptimalkan pusat informasi Covid-19 di Kota Salatiga.

Informasi tentang Covid-19 –mulai dari tingkat pemerintahan sampai dengan RT harus seragam, dengan terus mengaktifkan jogo tonggo yang ada di masyarakat. “Sehingga informasi dari bawah yang berkaitan dengan Covid-19 akan cepat diketahui dan bias sesegera mungkin ditangani sebelum terjadi penyebaran di tengah masyarakat,” kata Dance.

Wali Kota Salatiga, Yuliyanto megatakan, lonjakan kasus positif Covid-19 di Kota Salatiga, dalam beberapa hari terakhir --secara kumulatif—telah mencapai angka 1.120 kkasus, sampai dengan Senin ini.

Guna mengefektifkan monitoring, Pemkot Salatiga mengoptimalka Pusat Informasi Covid-19 (PIC). Terkait dengan informasi kasus Covid-19 di lingkungan mereka, masyarakat bisa melapor melalui lapor.go.id  atau  radio dengan frekuensi 146.820 MHz. “Informasi dari tingkat bawah akan bisa segera diketahui sehingga  penanganannya bisa dilakukan lebih cepat dan tepat,” katanya.

Orang nomor satu di Kota Salatiga ini juga telah menginstruksikan, Satgas Covid-19 yang ada di tingkat RT dan RW harus digiatkan lagi untuk menekan laju penambahan kasus yang ada.

“Masyarakat harus lebih disiplin, meningkatkan koordinasi dan harus memfilter siapa saja yang masuk ke lingkungan mereka,” tegasnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA