Jumat 11 Dec 2020 19:07 WIB

Trik Lolos Hibah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Dosen UBSI dimotivasi meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian masyarakat.

Prodi Humas UBSI menggelar webinar bertajuk Strategi Jitu Lolos Hibah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat di Rumpun Komunikasi dan Bahasa.
Foto: Dok UBSI
Prodi Humas UBSI menggelar webinar bertajuk Strategi Jitu Lolos Hibah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat di Rumpun Komunikasi dan Bahasa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Program Studi Hubungan Masyarakat kampus Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menyelenggarakan kegiatan webinar bertajuk ‘Strategi Jitu Lolos Hibah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat di Rumpun Komunikasi dan Bahasa’. Acara yang digelar pada Kamis (10/12) itu  diikuti oleh puluhan dosen Fakultas Komunikasi dan Bahasa.

Webinar ini diawali dengan sambutan Kepala Program Studi Hubungan Masyarakat, Ita Suryani dan dilanjutkan dengan penyampaian materi ‘Strategi Jitu Lolos Hibah Peneltian dan Pengabdian Masyarakat’ oleh Asriyani Sagiyanto. 

Asriyani menyampaikan mengenai prosedur dan tahapan-tahapan dalam kegiatan pengabdian masyarakat internal. Dilanjutkan dengan pemateri kedua Devy Putri Kussanti yang menyampaikan materi mengenai hibah penelitian dosen. Acara itu dipandu oleh Fifit Fitransyah.

"Untuk semester depan ada beberapa hal baru yang jadi perhatian dalam kegiatan pengabdian masyarakat.  Yaitu,  pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan maksimal oleh tiga orang dosen dan empat orang mahasiswa dan juga terdapat 12 dokumen yang harus terpenuhi dalam laporan kegiatan pengabdian masyarakat,” tutur Asriyani seperti dikutip dalam rilis yang diterima Republika.co.id.

Selanjutnya ia juga menjelaskan mengenai tahapan dalam mengajukan proposal dan juga laporan pengabdian masyarakat serta bentuk keluaran pengabdian masyarakat yang benar dan juga rekap kuesioner daring yang sesuai dengan ketentuan pengabdian masyarakat saat ini. 

Sementara Devy menyampaikan, bahwa kampus UBI saat ini sudah masuk ke dalam predikat madya dalam penelitian.  Jadi tidak diperbolehkan untuk mengikuti hibah penelitian dalam kategori penelitian dosen pemula tetapi masuk kepada hibah penelitian terapan.

“Hibah penelitian terapan merupakan penelitian yang ditujukan untuk mendapatkan solusi dari suatu masalah yang ada di masyarakat, industri, pemerintahan sebagai kelanjutan dari riset dasar,” ujar Devy.

photo
Dosen Fakultas Komunikasi dan Bahasa UBSI dimotivasi agar semangat dan mencoba mengikuti hibah penelitian terapan maupun hibah pengabdian masyarakat. (Foto: Dok UBSI)

Ia menambahkan, terdapat beberapa kriteria bagi dosen yang ingin mengajukan penelitian terapan seperti telah memiliki NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional) dan JFA (Jabatan Fungsional Akademik) minimal asisten ahli untuk ketua pengusul dengan pendidikan terakhir S3 dan Lektor untuk ketua pengusul dengan pendidikan terakhir S2;  pemutakhiran ID Sinta & Simlitabmas, memiliki tulisan ilmiah Internasional bereputasi dan Nasional bereputasi,; memiliki HKI dengan status terdaftar;  serta telah memiliki surat pernyataan kesediaan kerja sama dari mitra peneliti.

Di  akhir pemaparan materi Devy mengajak semua dosen Fakultas Komunikasi dan Bahasa untuk semangat dan mencoba mengikuti hibah penelitian terapan maupun hibah pengabdian masyarakat.

“Karena tanpa mencoba maka kita tidak akan pernah mengetahui kemampuan yang kita miliki dan pelaksanaan penelitian merupakan salah satu dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi,” pungkasnya.

Kepala Program Studi Hubungan Masyarakat UBSI, Ita Suryani mengatakan  kampus UBSI berharap adanya kegiatan ini dapat memotivasi dosen-dosen di rumpun Komunikasi dan Bahasa untuk meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian masyarakat.

“Tentunya hal ini bukan hanya bermanfaat bagi para dosen tetapi juga dapat meningkatkan kualitas perguruan tinggi khususnya kampus Universitas Bina Sarana Informatika,” tandasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement