Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Pirlo Ingatkan Pasukannya Tak Kehilangan Karakter

Ahad 06 Dec 2020 05:49 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Muhammad Akbar

Andrea Pirlo

Andrea Pirlo

Foto: EPA-EFE/SERGEY DOLZHENKO
Pirlo juga mengakui terkadang timnya kehilangan gairah

REPUBLIKA.CO.ID, TURIN--Pelatih Juventus Andrea Pirlo memperingatkan pasukannya agar tak kehilangan karakter permainan usai comeback 2-1 atas Torino dalam pertandingan Serie A Italia, Ahad (6/12) dini hari WIB. Bianconeri kesulitan menemukan bentuk permainan selama lebih dari satu jam.

Mereka tertinggal satu gol melalui Nicolas N’Koulou saat pertandingan berjalan Sembilan menit. Juventus baru bisa membalikkan keadaan pada babak kedua lewat Weston McKennie dan Leonardo Bonucci.

“Lebih melelahkan sebagai pemain, sangat berbeda sebagai pelatih, tapi perasaan kemenangannya tetap sama,” kata Pirlo sambil tersenyum pada Sky Sport Italia dilansir dari Football Italia.

Pirlo mengatakan sebuah tim akan sulit mengontrol permainan ketika bermain terlalu statis seperti diperlihatkan dalam laga tersebut. Ia juga mengakui dibuat kesulitan menghadapi tim dengan pertahanan berlapis.

Pirlo kemudian mengingatkan kepada pemainnya ketika jeda tentang pengorbanan dan bermain sepenuh hati. Menurutnya memaksan pemain Torino bergerak ke belakang pertahanannya sendiri maka akan mudah mencetak gol.

“Tidak semua orang selalu bisa memberikan 100 persen, tapi mereka yang datang memberikan determinasi, dinamisme dan semangat menyerang, yang membuat kami memenangkan pertandingan,” ujarnya.

Pirlo menambahkan ketika lawan menerapkan pertahanan secara disiplin maka Juventus harus menggerakkan bola secara konsisten untuk menciptakan ruang. Hal tersebut menurut Pirlo tak terlihat pada babak pertama dan baru bisa melakukannya setelah turun minum.

Pirlo juga mengakui terkadang timnya kehilangan gairah dan keinginan memenangkan pertandingan. Hal tersebut akan berdampak kepada pola permainan yang berantakan. Seharusnya ketika tak  bisa menata gaya permainan maka perlu mencari cara lain membobol gawang lawan.

“Kami memang harus memindahkan bola lebih cepat, karena jika tidak, kami memberi lawan lebih banyak waktu untuk kembali ke posisinya, jadi semuanya sama saja,” Ia menambahkan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA