Monday, 12 Jumadil Akhir 1442 / 25 January 2021

Monday, 12 Jumadil Akhir 1442 / 25 January 2021

Erick Siapkan Strategi Komunikasi Publik Soal Vaksin Covid

Sabtu 05 Dec 2020 19:28 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir

Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Strategi tersebut bertujuan untuk mendukung keberhasilan vaksinasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri BUMN sekaligus Wakil Ketua IV dan Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir menyiapkan strategi komunikasi publik terkait vaksin Covid-19. Tujuannya untuk mendukung keberhasilan vaksinasi.

Dalam Konvensi Nasional Humas (KNH) 2020 secara daring di Jakarta, Sabtu (5/12), ia mengatakan, Kementerian BUMN selain siap mendukung program vaksin mandiri bersama ekosistem kesehatan BUMN dan swasta, juga menyiapkan arsitektur sistem informasi. Pemerintah, ujar dia, menjadikan elemen komunikasi publik sebagai kunci dari keberhasilan program vaksinasi dan vaksinasi mandiri. 

Sejauh ini, KPCPEN melakukan sosialisasi kebijakan dan rencana untuk menghadirkan vaksin Covid-19 dan vaksinasi. "Strategi dan berbagai inisiatif komunikasi publik tengah dilakukan, tidak hanya menggunakan media arus utama, juga media sosial untuk narasi proaktif mau pun menangkal misinformasi," tutur Erick.

Baca Juga

Dalam menyampaikan informasi mengenai vaksin Covid-19, pihaknya melakukan sinergi pentahelix dengan melibatkan para gubernur, bupati dan wali kota serta merangkul tokoh agama, ahli, lembaga dan pengusaha.

Ia menekankan pentingnya sistem informasi satu data yang mengintegrasikan data dan platform dari berbagai kementerian dan lembaga, mulai dari BPJS, Kementerian Kesehatan, TNI, Polri hingga Kementarian Komunikasi dan Informatika.

Menurut dia, satu data vaksinasi dapat mencegah timbulnya zona abu-abu atau munculnya oknum yang ingin menyalahgunakan vaksin untuk keuntungan sendiri. Dalam satu data vaksinasi, ia menegaskan rahasia pribadi harus diproteksi oleh negara.

"Semua hal ini, visi, lompatan, kebijakan, inovasi, solusi, manfaat dan dampak perlu dinarasikan dan dikomunikasikan kepada publik," tutur Erick.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA