Monday, 5 Jumadil Akhir 1442 / 18 January 2021

Monday, 5 Jumadil Akhir 1442 / 18 January 2021

Warga Spanyol Lebih Suka Tunggu Efek Vaksin Covid Kelihatan

Sabtu 05 Dec 2020 12:20 WIB

Red: Reiny Dwinanda

 Foto yang dipasok Kantor Perdana Menteri menunjukkan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez (kiri) mengunjungi lab perusahaan farmasi Rovi di San Sebastian de los Reyes, Madrid, Spanyol, 26 November 2020. Spanyol menargetkan sekitar 15 juta hingga 20 juta warganya divaksinasi pada pertengahan 2021.

Foto yang dipasok Kantor Perdana Menteri menunjukkan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez (kiri) mengunjungi lab perusahaan farmasi Rovi di San Sebastian de los Reyes, Madrid, Spanyol, 26 November 2020. Spanyol menargetkan sekitar 15 juta hingga 20 juta warganya divaksinasi pada pertengahan 2021.

Foto: EPA-EFE/FERNANDO CALVO / MONCLOA PALACE
Mayoritas warga Spanyol yang disurvei tak ingin segera mendapatkan vaksin Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Lebih dari setengah penduduk Spanyol tidak mau segera disuntik vaksin Covid-19 walaupun vaksin sudah tersedia, menurut hasil suatu survei yang dipublikasikan pada Jumat (11/5). Sementara itu, pada hari yang sama, pemerintah mengumumkan target bahwa pada pertengahan 2021 sudah ada 15 juta hingga 20 juta warga yang divaksinasi.

Saat beberapa vaksin antivirus corona sedang berada dalam pengerjaan, salah satu tantangan bagi pemerintah Spanyol adalah meyakinkan sebagian besar penduduknya agar mau divaksinasi. Bahkan, di Spanyol, negara dengan tingkat vaksinasi yang biasanya tinggi, penyuntikan vaksin Covid-19 akan menjadi masalah, demikian disimpulkan jajak pendapat resmi yang dilangsungkan oleh Center for Sociological Studies (CIS).

Sekitar sepertiga dari populasi akan siap segera divaksin Covid-19. Sementara itu, 55,2 persen di antaranya lebih suka menunggu untuk melihat efeknya pada orang lain, menurut survei.

Jajak pendapat tersebut dilakukan pada 23-26 November pada 2.130 orang. Dari 55,2 persen orang yang lebih suka menunggu, hampir 60 persen di antaranya akan berubah pikiran jika dokter menyarankan mereka untuk divaksin setelah dianggap berisiko atau membahayakan anggota keluarga mereka, survei menunjukkan.

Hanya 8,4 persen warga Spanyol yang menolak untuk menerima vaksin apa pun. Spanyol pekan lalu meluncurkan rencana vaksinasi ketika badan pengatur mengeluarkan izin.

Vaksinasi akan dilakukan pada masyarakat secara gratis dan sukarela, dan akan dimulai di panti-panti jompo pada Januari. Perdana Menteri Pedro Sanchez pada Jumat mengatakan dirinya memperkirakan antara 15 juta dan 20 juta orang telah divaksinasi pada Mei atau Juni 2021.

Spanyol memiliki 47 juta penduduk. Dalam survei CIS sebelumnya, yang dilakukan antara 3 November dan 12 November, sebesar 36,8 persen responden mengatakan mereka akan segera menjalani vaksinasi.

Sementara itu, 47,8 persen mengatakan mereka tidak akan mengikuti program penyuntikan vaksin, meskipun pertanyaan dalam survei itu tidak memasukkan pilihan soal menunggu sampai mengetahui efek vaksinasi.

Penghitungan virus corona Spanyol terus turun pada Jumat, ketika otoritas kesehatan melaporkan 8.745 kasus baru. Jumlah kasus baru itu merupakan penurunan dari Kamis (4/12), yaitu 10.127. Jumlah kematian harian naik 214 pada Jumat menjadi total 46.252 jiwa.

sumber : Antara, Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA