Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Vaksin Dibutuhkan untuk Kekebalan Komunitas

Sabtu 05 Dec 2020 06:20 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Andi Nur Aminah

Menteri Riset dan Teknologi / Kepala Badan Riset Teknologi Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro

Menteri Riset dan Teknologi / Kepala Badan Riset Teknologi Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro

Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja
Vaksin digunakan bukan untuk kekebalan sejumlah orang saja tapi masyarakat umum

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan vaksin Covid-19 dibutuhkan untuk membangun kekebalan komunitas. Ia menegaskan, vaksin digunakan bukan untuk kekebalan sejumlah orang saja namun masyarakat secara umum.

"Yang namanya vaksin dibutuhkan untuk menciptakan kekebalan komunitas, jadi harus ada cukup banyak orang yang melakukan vaksinasi," kata Bambang, dalam telekonferensi, Jumat (4/12).

Ia menjelaskan, saat ini kampanye vaksin terus berjalan. Di dalam pengembangan vaksin, yang paling penting dilakukan adalah keamanan dan efektivitas vaksin tersebut. Oleh karena itu, vaksin yang akan diberikan ke masyarakat harus melalui proses yang cukup panjang.

Baca Juga

Saat ini, vaksin yang kemungkinan bisa digunakan paling cepat adalah vaksin dari Cina yang bernama Sinovac. Vaksin tersebut saat ini sedang dalam tahap uji klinis yang ketiga di Bandung.

"Uji klinis akan menunjukkan apa vaksin itu aman dan efektif, setelah yakin maka BPOM akan mengeluarkan izin untuk melakukan vaksinasi," kata Bambang menambahkan.

Sementara itu, Vaksin Merah Putih yang saat ini dikembangkan oleh enam perguruan tinggi dan lembaga di Indonesia sudah ada yang mulai mempersiapkan uji kepada hewan. Pengembangan vaksin yang memasuki tahapan uji hewan adalah dari Lembaga Eijkman.

Ia menegaskan, pengembangan vaksin sejauh ini masih on track. Ditargetkan, pada awal 2021 bibit vaksin dari Lembaga Eijkman bisa diberikan kepada PT Biofarma untuk dipersiapkan uji selanjutnya.

Selain Lembaga Eijkman, vaksin juga dikembangkan oleh perguruan tinggi dan lembaga lainnya. Kelima lembaga lain selain Lembaga Eijkman adalah Universitas Airlangga (Unair), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah mada (UGM), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA