Thursday, 13 Rajab 1442 / 25 February 2021

Thursday, 13 Rajab 1442 / 25 February 2021

Airlangga Minta Kader Partai Menangkan Pilkada Serentak

Jumat 04 Dec 2020 23:14 WIB

Red: Muhammad Akbar

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto

Foto: Istimewa
Agenda politik itu harus ditempuh oleh seluruh kader partai Golkar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto mengatakan momentum pilkada serentak 2020 akan menjadi fondasi bagi Partai Golkar dalam  menghadapi Pemilu 2024. Untuk itu, Golkar menargetkan mampu memenangkan 60 persen jagonya pada Pilkada 2020 yang dilaksanakan di 270 daerah.

"Agenda politik itu harus ditempuh oleh seluruh kader partai Golkar tidak terkecuali kepada seluruh pengurus Depinas SOKSI," kata Airlangga saat memberikan sambutannya atas kepengurusan baru Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) periode 2020-2025 di Jakarta, Jumat (4/12).

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga mendorong SOKSI untuk terus mengembangkan, memenuhi kebutuhan strategis Partai Golkar. Ia juga menyinggung amanat almarhum Suhardiman yang dikenal sebagai tokoh utama pendiri SOKSI.

"Saya berharap agar SOKSI menciptakan kekaryaan dan jati diri sebagai landasan perjuangan SOKSI yang didirikan oleh Mayjen TNI Purnawirawan Suhardiman," katanya.

Ketua Umum SOKSI Ahmadi Noor Supit dalam pidatonya pada pengukuhan pengurus menyuarakan soal ikhtiar mengembalikan kejayaan Golkar. Menurutnya, SOKSI sebagai salah satu organisasi pendiri Golkar siap berjuang habis-habisan demi memenangkan partai berlambang beringin itu pada Pemilu 2024.

“Kita adalah pasukan perangnya (untuk pemilu), termasuk pilkada. Caleg, calon kepala daerah tidak bisa bergerak sendiri. Hanya satu syaratnya, komando di partai (Golkar, red), kita pasukan tempurnya,” ujarnya.

Lebih lanjut Ahmadi mengatakan bahwa Golkar baru sekali memenangi pemilu di era reformasi. Menurutnya, Golkar menjadi jawara Pemilu 2004 dengan meraih  meraih 24.480.757 suara atau 21,58 persen dari suara nasional.

Kala itu Golkar di bawah kepemimpinan Akbar Tandjung. Ahmadi pun memuji prestasi Akbar ketika memimpin Golkar dalam situasi sulit.

“Kita semua tahu selama reformasi baru satu kali menang ketika Golkar dipimpin Akbar Tandjung. Atribut kantor dibakar. Banyak yang lari keluar Partai Golkar,” kenangnya.

Oleh karena itu Ahmadi mengajak seluruh kader SOKSI berjuang gigih memenangkan Golkar. "Berdosa hukumnya kalau kita tidak memenangkan Partai Golkar,” katanya disambut aplaus para kader SOKSI.

 
 

BERITA LAINNYA