Jumat 04 Dec 2020 21:34 WIB

Adolf Hitler Menang Pemilu, Bukan di Jerman Tapi di Namibia

Adolf Hitler menang pemilu lokal di Ompundja, Namibia.

Rep: deutsche welle/ Red: deutsche welle
Brandon van Wyk/AP/picture-alliance
Brandon van Wyk/AP/picture-alliance

Adolf Hitler Uunona dari partai SWAPO yang berkuasa dilantik sebagai anggota dewan untuk distrik utara Ompundja di wilayah Oshana di Namibia pada hari Rabu (02/12). Uunona meraih hampir 85% suara dalam pemilu lokal itu.

Dia dikenal di daerah itu karena kegiatannya sebagai aktivis hak-hak sipil dan pejuang anti-apartheid. Adolf mengatakan dia tidak pernah memikirkan nama itu saat tumbuh dewasa.

Dalam wawancara dengan harian kuning Jerman "Bild", Adolf Hitler Uunona menyatakan bahwa ayahnya, "mungkin tidak mengerti" siapa sosok Adolf Hitler sebenarnya. Dia sendiri sejak remaja biasa menggunakan nama lengkapnya di depan umum.

"Baru setelah saya tumbuh dewasa saya menyadari bahwa orang ini yang ingin menaklukkan seluruh dunia." Kepada "Bild" dia menekankan: "Saya tidak ada hubungannya dengan hal-hal ini."

Kolonisasi Namibia oleh Jerman

Namibia, yang terletak di barat daya Afrika, adalah salah satu daerah jajahan Jerman di Afrika antara tahun 1884 dan 1915. Karena itu nama-nama Jerman menjadi lazim di negara ini, bahkan ada komunitas kecil yang berbahasa Jerman.

Dikenal kemudian sebagai Deutsch Suedwest Afrika (Jerman Barat Daya Afrika), daerah jajahan itu kemudian diserang oleh tetangganya Afrika Selatan pada tahun 1915. Kawan itu lalu dikuasai oleh Afrika Selatan, sampai Namibia memperoleh kemerdekaan pada tahun 1990.

Partai SWAPO adalah partai terkuat di Namibia dan telah memerintah negara itu sejak kemerdekaan. Dalam pemilihan umum 2019, SWAPO berhasil mempertahankan mayoritas. Partai ini mulai kehilangan dukungan karena berbagai skandal korupsi. Dalam pemilihan lokal pada 30 November lalu, SWAPO kalah di sekitar 30 kota dan desa.

Sejarah kelam genosida Herero

Salah satu bagian sejarah paling kelam selama penjajahan Jerman adalah apa yang disebut "genosida yang terlupakan", ketika sekitar 80.000 pemberontak dari etnis Herero, Nama dan San dibunuh oleh Kekaisaran Jerman antara tahun 1904 dan 1908.

Hingga kini hubungan antara Jerman dan bekas daerah jajahannya masih rumit. Namibia baru-baru ini menyebut tawaran reparasi dari Jerman senilai 10 juta euro sebagai "penghinaan terhadap Namibia".

Namibia sekarang menyatakan akan terus menuntut agar tawaran itu ditinjau kembali dan direvisi.

hp/rap (dpa, kna)

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan deutsche welle. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab deutsche welle.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement