Jumat 04 Dec 2020 18:01 WIB

Klaster Guru MAN 22 Jakbar Buat Pembagian Rapor Tertunda

Kepsek konfirmasi terdapat 30 guru dan karyawan di MAN 22 yang terpapar Covid.

Petugas PPSU Kelurahan Palmerah menyemprotkan cairan disinfektan di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri 22 Jakarta, Palmerah, Jakarta, Jumat (4/12). Penyemprotan tersebut dilakukan akibat sebanyak 21 guru dan 9 staf Tata Usaha (TU) di MAN 22 Jakarta terkonfirmasi positif Covid-19 usai melakukan perjalanan ke Yogyakarta. Republika/Thoudy Badai
Foto: Republika/Thoudy Badai
Petugas PPSU Kelurahan Palmerah menyemprotkan cairan disinfektan di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri 22 Jakarta, Palmerah, Jakarta, Jumat (4/12). Penyemprotan tersebut dilakukan akibat sebanyak 21 guru dan 9 staf Tata Usaha (TU) di MAN 22 Jakarta terkonfirmasi positif Covid-19 usai melakukan perjalanan ke Yogyakarta. Republika/Thoudy Badai

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Klaster guru dan karyawan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 22 Jakarta Barat yang terpapar Covid-19 menyebabkan pengambilan rapor para murid secara tatap muka harus tertunda. Kepala Sekolah MAN 22 Jakarta Barat Usman Ali di Jakarta, Jumat, mengatakan pihaknya terpaksa memundurkan jadwal penyerahan rapor yang seharusnya pada Desember 2020, ke Januari 2021.

"Terdekat ini pembagian rapor udah saya instruksikan dari zoom meeting dengan guru-guru sepakat diundur pembagiannya di Januari, setelah libur juga akan kita bedakan, baru dikirimkan," ujar Usman.

Baca Juga

Usman mengatakan sementara ini pihaknya masih menggodok cara penyerahan rapor murid di antaranya melalui dokumen elektronik ataupun secara langsung tatap muka dengan wali kelas. Namun, dia memastikan penyerahan rapor murid semaksimal mungkin tidak membuat kerumunan di madrasah yang dipimpinnya.

Sebelumnya, Usman mengonfirmasi terdapat 30 guru dan karyawan di MAN 22 Jakarta Barat yang dinyatakan positif Covid-19. Madrasah tersebut ditutup mulai Senin (30/11) dan dilakukan penyemprotan disinfektan selama tiga hari berturut-turut sejak Kamis (3/12) lalu.

Para guru dan karyawan menjalani isolasi dan dipantau oleh petugas kesehatan setempat, isolasi di Wisma Atlet, maupun isolasi mandiri di rumah. Mereka bekerja dari rumah tanpa perlu, bergiliran bekerja di kantor (work from office).

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement