Saturday, 15 Rajab 1442 / 27 February 2021

Saturday, 15 Rajab 1442 / 27 February 2021

BCA Batasi Penyaluran Kredit ke Sektor Tambang Energi

Jumat 04 Dec 2020 08:11 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolandha

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) akan membatasi penyaluran kredit ke sektor pertambangan energi.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) akan membatasi penyaluran kredit ke sektor pertambangan energi.

Foto: Republika/Friska
BCA fokus pada keuangan berkelanjutan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Central Asia Tbk (BCA) akan membatasi penyaluran kredit ke sektor pertambangan energi. Hal ini mengingat dampak para appetite risk perusahaan dalam menyalurkan kredit ke sektor-sektor ekonomi yang berwawasan lingkungan daerah, termasuk kredit tambang.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan perusahaan masih cukup insentif menerapkan keuangan berkelanjutan, sehingga tak banyak menjawab kebutuhan pembiayaan sektor tambang.

“Kami fokus pada ESG, sehingga tidak begitu nyaman dengan penyaluran kredit ke tambang, hanya maintaining,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (3/12).

BCA mendapat apresiasi dari World Wide Fund yakni organisasi nonpemerintah internasional yang menangani masalah-masalah tentang konservasi, penelitian dan restorasi lingkungan. Perusahaan dipandang berhasil menerapkan implementasi sustainable banking assessment dengan pemenuhan 33 dari 70 kriteria.

Tercatat kredit sektor tambang hanya 0,5 persen dari total portofolio kredit Rp 581,85 triliun. Komposisi ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan bank umum yang masih berada di 2,8 persen per Agustus 2020.

Adapun risiko kredit sektor ini pun lebih terjaga dengan rasio kredit bermasalah 1,1 persen. Rasio non-performing loan kredit pertambangan bank umum tercatat masih 5,5 persen per Agustus 2020.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA