Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Tekanan Ekonomi, AAUI: Kinerja Asuransi Umum Turun 7 Persen

Jumat 04 Dec 2020 02:02 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya

Asuransi (Ilustrasi)

Asuransi (Ilustrasi)

Foto: wepridefest.com
Tercatat 8 dari 14 lini asuransi umum membukukan pertumbuhan negatif pada kuartal III

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatatkan perolehan premi industri senilai Rp 53,87 triliun per Januari sampai September 2020. Adapun realisasi ini menurun tujuh persen dibandingkan premi periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 57,9 triliun.

Wakil Ketua AAUI Bidang Statistik, Riset, dan Analisa Trinita Situmeang mengatakan tekanan ekonomi masih memberikan dampak bagi industri asuransi kerugian. Alhasil, banyak lini asuransi yang kinerjanya terkontraksi secara tahunan.

"Tercatat delapan dari empat belas lini asuransi umum yang membukukan pertumbuhan negatif pada kuartal tiga 2020, penurunan terbesar terjadi lini kendaraan bermotor yang mencapai 20,9 persen,” ujarnya saat konferensi pers virtual, Kamis (3/12).

Baca Juga

Trinita merinci perolehan premi terbesar masih berasal dari lini bisnis utama asuransi kerugian, yakni asuransi properti senilai Rp 14,26 triliun dan kendaraan bermotor senilai Rp 11 triliun. Namun, kedua lini utama itu mengalami penurunan premi sebesar Rp 3,72 triliun jika dibandingkan dengan periode Januari sampai September 2019.

Pada periode Januari sampai September 2020, industri asuransi kerugian membayarkan klaim senilai Rp 25,84 triliun atau naik 2,57 persen dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp 25,19 triliun. Kemudian pembayaran klaim terbesar berasal dari lini asuransi kredit senilai Rp 5,98 triliun atau 23,2 persen dari total klaim industri. 

“Pembayaran itu melebihi nilai klaim dua lini utama asuransi umum, yakni properti senilai Rp 5,61 triliun (21,7 persen) dan kendaraan bermotor senilai Rp 5,58 triliun (21,6 persen),” ucapnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor jasa keuangan pada kuartal tiga 2020 mencatatkan kontraksi 0,95 persen secara tahunan. Meskipun begitu, secara kuartalan, kinerja sektor jasa keuangan terhadap PDB pada kuartal tiga 2020 tumbuh 2,59 persen.

"Kontribusi jasa keuangan dan asuransi terhadap total PDB pada kuartal tiga 2020 sebesar 4,08 persen, ada kenaikan sedikit kalau dibandingkan dengan situasi kuartal tiga 2019 sebesar 3,98 persen, meskipun kinerja bisnis masih terkontraksi," ucapnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA