Monday, 5 Jumadil Akhir 1442 / 18 January 2021

Monday, 5 Jumadil Akhir 1442 / 18 January 2021

Data Survei Pilbup Bandung Bocor, Nia-Usman Unggul

Kamis 03 Dec 2020 18:31 WIB

Red: Sandy Ferdiana

Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung nomor urut 1 Nia-Usman (NU Pasti Sabilulungan)

Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung nomor urut 1 Nia-Usman (NU Pasti Sabilulungan)

Foto: Istimewa
Nia–Usman 40,91 persen, Yena–Atep 10,93 persen, dan Dadang–Sahrul 35,03 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Poldata Indonesia Consultant membenarkan adanya kebocoran data hasil survei terkait elektabilitas pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Bandung 2020. Berdasarkan data survei yang bocor itu, paslon Nia – Usman meraih 40,91 persen, Yena – Atep 10,93 persen, dan Dadang – Sahrul 35,03 persen.

Direktur Eksekutif Poldata Indonesia Consultant Fajar Arif Budiman membenarkan adanya kebocoran data hasil survei yang diselenggarakan 23-30 Nopember 2020. Hingga Kamis (3/12) sore, dirinya belum mengetahui penyebab kebocoran data hasil survei tersebut. Untuk sementara, pihaknya hanya akan menelusuri terlebih dulu kebocoran data tersebut.

 

‘’Data hasil  surveinya memang benar, pasangan Nia-Usman yang teratas. Namun, kami tidak pernah release hasil survei itu,’’ ujar Fajar saat dihubungi melalui telepon selular, Kamis (3/12). Dia menjelaskan, data hasil survei itu bocor dan tersebar di sejumlah grup Whatsapp dan sejumlah medsos.

 

Fajar mengungkapkan, sebenarnya survei tersebut ditujukan untuk memperkaya data Poldata Indonesia Consultant sebagai lembaga survei. Dalam survei tersebut, pihaknya sengaja melibatkan 2.800 responden yang tersebar di seluruh desa dan kecamatan di Kabupaten Bandung. Sementara margin error hasil survei itu, tegas dia, mencapai 1,8 persen.  

 

Responden yang disurvei, kata dia, merupakan warga berusia 17 tahun ke atas atau yang seudah memiliki hak pilih.  Kegiatan survei yang berlangsung 23-30 Nopember 2020 itu, kata Fajar, melibatkan 40 tenaga surveyor.

 

Terkait hasil survei yang memposisikan paslon Nia-Usman di urutan teratas, tutur dia, disebabkan oleh tingkat kepuasan masyarakat terhadap pembangunan di Kabupaten Bandung. Memang, tegas dia, ada korelasi antara dua periode kepemimpinan Bupati Bandung Dadang Naser dengan paslon Nia-Usman.

‘’Paslon Nia-Usman kan ‘setengah’ incumbent, sehingga warga cenderung ingin mempercayakan kepada pasangan tersebut,’’ tambah dia. Hal lain yang memicu paslon Nia-Usman unggul, kata Fajar, yakni kepercayaan publik atas kapabilitas pasangan nomor urut 1 tersebut. Selain itu, papar dia, sosok Nia (Kurnia Agustina) dan Usman Sayogi dikenal sebagai figur yang ramah dan cerdas.   

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA