Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Jadi Klaster Covid, Guru-Guru MAN 22 ke Yogya tanpa Izin

Kamis 03 Dec 2020 15:28 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Pintu masuk MAN 22 Jakarta Barat, di Jalan Kyai H. Djunaidi, Palmerah, Kecamatan Palmerah, Kamis (3/12). Tak ada aktivitas di sekolah tersebut usai 33 gurunya positif Covid-19.

Pintu masuk MAN 22 Jakarta Barat, di Jalan Kyai H. Djunaidi, Palmerah, Kecamatan Palmerah, Kamis (3/12). Tak ada aktivitas di sekolah tersebut usai 33 gurunya positif Covid-19.

Foto: Republika/Febryan. A
Pihak Kemenag baru tahu guru-guru ke Yogyakarta usai diumumkan jadi klaster Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pihak Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta menyesalkan para guru dan karyawan Tata Usaha Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 22 Jakarta Barat melakukan perjalanan ke Yogyakarta sehingga menimbulkan klaster Covid-19. Para guru bepergian tanpa izin.

"Jangankan izin, secara formal ataupun nonformal mereka tidak melakukan izin ke kita atau pemberitahuan minimal itu enggak ada sama sekali," ujar Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil DKI Jakarta Nur Pawaiddudin di Jakarta, Kamis.

Nur mengaku, baru mengetahui kegiatan para guru MAN 22 Jakarta Barat mengunjungi Yogyakarta setelah mendengar kabar adanya penularan Covid-19.

Menurut keterangan pihak sekolah yang diterima Nur, para guru dan karyawan mengunjungi Yogyakarta pada 20-23 November 2020 dalam rangka pelepasan Kepala Sekolah MAN 22 karena memasuki masa purnatugas.

Terdapat 47 guru yang mengikuti perjalanan tersebut dengan satu unit bus berkapasitas 60 orang dan satu unit mobil kecil.

Para guru tersebut rupanya tidak mengecek kesehatannya, baik dengan tes cepat atau tes usap sebelum berangkat maupun sesudah dari luar kota.

Pihaknya mengklarifikasi, dalam perjalanan tersebut, tidak ada satu pun murid-murid MAN 22 Jakarta Barat yang terlibat dan terpapar Covid-19. "Jadi, perjalanan ke Yogya itu kami salahkan karena melakukan perjalanan dalam kondisi yang seperti ini. Tapi, yang pasti bukan siswa ya," kata Nur.

Sebelumnya, Camat Palmerah Firman Ibrahim mengungkapkan, sebanyak 33 guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 22 Jakarta Barat terdeteksi Covid-19 hingga menjadi klaster diduga usai melakukan perjalanan ke Yogyakarta.

Klaster guru tersebut terungkap berawal dari laporan pada 28 November 2020 terkait dua guru yang terkonfirmasi positif Covid-19, kemudian dilakukan penelusuran kontak.

"Pas ada kasus konfirmasi, langsung sekolah kita semprotin. Kita lakukan kewajiban kita untuk tracing dengan data-datanya," ujar Firman Ibrahim.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA