Saturday, 3 Jumadil Akhir 1442 / 16 January 2021

Saturday, 3 Jumadil Akhir 1442 / 16 January 2021

Vaksinasi Covid-19, Bolehkah Dua Dosis dari Merek Berbeda?

Kamis 03 Dec 2020 10:38 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Reiny Dwinanda

Vaksin Covid-19 (ilustrasi). Upaya pencegahan Covid-19 juga harus didukung dengan vaksinasi.

Vaksin Covid-19 (ilustrasi). Upaya pencegahan Covid-19 juga harus didukung dengan vaksinasi.

Foto: AP Photo/LM Otero
Kelak ketika vaksin Covid-19 sudah tersedia luas, orang jadi punya pilihan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Vaksin Covid-19 Pfizer/BioNTech telah mendapat restu dari Inggris untuk digunakan secara luas. Setelah itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun segera akan meninjaunya untuk "kemungkinan daftar penggunaan darurat" (EUL).

Prosedur Emergency Use Listing (EUL) merupakan patokan bagi negara-negara untuk mengesahkan penggunaan nasional. Sementara itu, vaksin Moderna juga dikabarkan telah mengajukan permohonan kepada regulator Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat (AS) untuk mendapatkan izin penggunaan darurat vaksin Covid-19 yang dikembangkannya.

Menurut pakar kedaruratan WHO, Mike Ryan, dunia membutuhkan lebih dari tiga sampai empat vaksin Covid-19 dari berbagai pengembang. Di samping itu, perusahaan farmasi nantinya harus menggenjot produksi dan menurunkan harga vaksin.

"Kita memerlukan vaksin satu dosis," katanya melalui acara media sosial.

Baca Juga

Kelak ketika vaksin Covid-19 sudah tersedia secara luas, bisakah memilih vaksin manapun yang diinginkan?

"Vaksin yang ditawarkan akan bergantung pada seberapa dekat Anda tinggal dengan pusat medis yang dilengkapi dengan freezer ultracold tingkat medis," kata Jeylan Mammadova, analis perawatan kesehatan untuk perusahaan riset investasi Third Bridge.

Vaksin Pfizer harus disimpan dalam suhu stabil super dingin atau pada suhu dry ice, yakni minus 70 derajat Celsius. Ini mempersulit sebagian besar apotek dan tempat praktik dokter untuk menampungnya. Vaksin dapat disimpan hingga lima hari pada suhu freezer normal.

Vaksin dikirim dalam kotak yang berisi 975 dosis. Itu artinya, situs administrasi vaksin harus dapat menggunakan semua dosis itu dalam lima hari, yang kemungkinan perlu berada di pusat medis yang lebih besar.

Sementara itu, untuk vaksin Moderna, vaksin berpotensi didistribusikan lebih luas karena dapat didinginkan hingga satu bulan sebelum digunakan. Demikian pula dengan vaksin AstraZeneca/Oxford yang dapat disimpan dalam lemari es biasa hingga memudahkan pengiriman ke area yang tidak memiliki akses mudah ke freezer.

"Vaksin Moderna akan lebih banyak tersedia di daerah pinggiran kota dan pedesaan di mana lebih sulit untuk mendapatkan akses ke penyimpanan ultra dingin dan di mana kemampuan untuk menggunakan 975 dosis vaksin dalam lima hari lebih terbatas," kata Mammadova.

Bisakah kita ambil dosis pertama dari vaksin merek tertentu lalu dosis kedua dari merek yang berbeda?
Sebagian besar vaksin pada tahap ini memerlukan dua dosis agar efektif secara maksimal. Suntikan vaksin Pfizer/BioNTech diberi jeda 21 hari, Moderna diberi jeda 28 hari, dan AstraZeneca/Oxford berjarak sekitar satu bulan.

Karena vaksin berbeda dalam komposisi, penyimpanan dan waktu antara dua dosis, para ahli mengatakan orang harus menggunakan vaksin yang sama untuk kedua dosis. Ada kemungkinan bahwa penelitian masa depan akan menunjukkan bahwa mendapatkan jenis vaksin yang serupa, akan efektif. Tetapi tidak ada yang tahu pada saat ini karena belum ada penelitian mengenai hal ini.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA