Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

Palestina, Yordania, dan Mesir akan Gelar Konferensi Damai

Kamis 03 Dec 2020 09:05 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Bendera Palestina. Ilustrasi

Bendera Palestina. Ilustrasi

Foto: Reuters
Komite bertujuan mengoordinasikan seruan Palestina untuk konferensi perdamaian

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Wakil pemimpin gerakan Fatah Palestina Mahmoud Al-Aloul mengatakan, sebuah komite yang mencakup pejabat Palestina, Yordania, dan Mesir telah dibentuk. Komite tersebut bertujuan mengoordinasikan seruan Palestina untuk mengadakan konferensi perdamaian internasional.

Kepada Radio Voice of Palestine dilansir laman Middle East Monitor, Rabu (2/12), Al-Aloul mengatakan, komite itu dibuat sebagai hasil kunjungan Presiden Palestina Mahmoud Abbas ke Yordania dan Mesir. 

Baca Juga

"Akan ada komite dan koordinasi kerja bersama untuk mencapai visi tersebut," ujarnya.

Al-Aloul menjelaskan perlunya upaya yang lebih besar untuk memperbaiki ketimpangan yang disebabkan oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Ahad lalu, Abbas mengunjungi Yordania.

Dia bertemu dengan Raja Abdullah II, kemudian diikuti dengan kunjungan ke Mesir bertemu dengan Presiden Abdel Fattah al-Sisi. Seorang juru bicara kepresidenan Mesir, Bassam Radi, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dalam pertemuan tersebut, telah ada kesepakatan untuk melanjutkan konsultasi dan koordinasi intensif antara kedua presiden guna menindaklanjuti langkah-langkah yang akan diambil selama periode mendatang. 

Keduanya juga berusaha untuk menyelesaikan situasi saat ini dengan kembali ke jalur negosiasi. Pada Senin (30/11), seorang anggota Komite Sentral Fatah, Azzam Al-Ahmad, mengatakan bahwa Yordania dan Mesir telah mengadopsi visi Abbas untuk mengadakan konferensi internasional untuk proses perdamaian, di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pada 25 September, Abbas meminta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk menyerukan konferensi perdamaian internasional pada awal 2021. Hal itu bertujuan untuk mencapai solusi dua negara, mengakhiri pendudukan Israel, dan mendirikan negara Palestina merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA