Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Atlet akan Dites Covid-19 Berkala di Olimpiade Tokyo

Kamis 03 Dec 2020 00:14 WIB

Red: Israr Itah

Toshiro Muto CEO Komite Penyelenggara Pertandingan Olimpiade Tokyo 2020.

Toshiro Muto CEO Komite Penyelenggara Pertandingan Olimpiade Tokyo 2020.

Foto: ISSEI KATO / POOL/REUTERS POOL
Para atlet akan diuji setiap 96-120 jam atau 4-5 hari selama mengikuti Olimpiade 2020

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panitia penyelenggara mengumumkan seluruh atlet peserta Olimpiade Tokyo harus memberikan hasil uji Covid-19 dengan hasil negatif yang diambil kurang dari 72 jam sebelum tiba di Jepang. Para atlet akan diuji setiap 96-120 jam selama mengikuti Olimpiade, dilansir dari laporan yang diterima Reuters, Rabu (2/12).

Pada pembicaraan antara panpel Olimpiade Tokyo 2020, pemerintah Jepang, dan pemerintah Kota Tokyo, dibahas soal pedoman rencana menjadi tuan rumah Olimpiade tahun depan.

Pengunjung dari luar Jepang saat ini harus diisolasi selama 14 hari setelah kedatangan, tetapi atlet dan pemangku kepentingan utama lainnya yang datang untuk Olimpiade akan dibebaskan dari pembatasan tersebut.

Baca Juga

Lebih dari 15 ribu atlet diharapkan hadir di Tokyo untuk Olimpiade, yang dimulai pada 23 Juli, dengan mayoritas tinggal di Kampung Atlet yang dibangun khusus.

Laporan tersebut merinci  pusat tes kesehatan akan didirikan di kampung tersebut untuk pengujian selama kompetisi.

Penyelenggara juga akan mendorong atlet untuk menghabiskan lebih sedikit waktu di Tokyo daripada biasanya.

"Kami ingin memperhatikan para atlet, sehingga kampung atlet tidak menjadi terlalu padat. Setelah pertandingan selesai, kami ingin para atlet pulang secepat mungkin," kata CEO Tokyo 2020 Toshiro Muto kepada wartawan setelah pembicaraan.

Laporan di media Jepang sebelumnya menyatakan, sejumlah besar pengunjung asing akan diizinkan masuk ke Tokyo untuk menonton Olimpiade.

Namun, laporan sementara menyatakan, keputusan akhir tentang jumlah penonton asing dan personel lain dari luar negeri tidak akan diputuskan hingga musim semi.

Prospek Olimpiade berlangsung aman tahun depan telah didorong oleh pengembangan vaksin untuk melawan Covid-19, termasuk suntikan Pfizer yang disetujui oleh Inggris pada hari yang sama.

Vaksin yang berhasil bisa membuat tindakan pencegahan Covid-19 tidak lagi diperlukan oleh panpel. Namun Muto menekankan, mereka akan melanjutkan agenda baik dengan atau tanpa vaksin.

"Mengenai vaksinnya, baru belakangan ini kami sudah mulai melihat kabar positif, tapi saat ini belum tersedia. Apa yang mungkin terjadi, apa yang bisa terjadi masih tidak jelas, jadi kami bekerja dengan asumsi bahwa vaksin belum tersedia," ujar dia.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA