Saturday, 3 Jumadil Akhir 1442 / 16 January 2021

Saturday, 3 Jumadil Akhir 1442 / 16 January 2021

Saat TPU Mulai Penuh, Laju Kasus Covid di DKI Belum Melambat

Kamis 03 Dec 2020 00:03 WIB

Red: Andri Saubani

Suasana area pemakaman jenazah COVID-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Rabu (2/12). TPU Pondok Ranggon  hanya melayani jenazah COVID-19 muslim dengan sistem tumpang. Sistem tumpang yang dimaksud yakni dengan menumpangkan jenazah COVID-19 ke makam jenazah anggota keluarga atau orang yang dikenal. Republika/Putra M. Akbar

Suasana area pemakaman jenazah COVID-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Rabu (2/12). TPU Pondok Ranggon hanya melayani jenazah COVID-19 muslim dengan sistem tumpang. Sistem tumpang yang dimaksud yakni dengan menumpangkan jenazah COVID-19 ke makam jenazah anggota keluarga atau orang yang dikenal. Republika/Putra M. Akbar

Foto: Republika/Putra M. Akbar
TPU Pondok Ranggon saat ini tersisa untuk jenazah Covid-19 nonmuslim.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Febryan. A, Flori Sidebang, Antara

Jelang malam, Andi duduk bersandar ke tembok makam dekat sebuah pohon di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon. Bersama dua rekannya, Andi melepas penat sejenak sembari bersiap-siap untuk pulang. Mereka baru saja usai menguburkan jenazah Covid-19 terakhir hari itu.

"Kami tidak seperti dulu lagi harus menggali kubur jenazah Covid-19 sampai jam 10 malam. Kini jumlah jenazah yang datang semakin sedikit sejak area makam Covid-19 mulai penuh," kata Andi sembari menunjuk area atau blad makam Covid-19 terakhir di sisi tenggara TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Selasa (1/12).

Sebagai petugas penggali kubur, penuhnya TPU Pondok Ranggon adalah waktu bagi Andi untuk beristirahat, Sebab, ia telah berjibaku mengurus jenazah Covid-19 sejak Maret lalu.

Sebaliknya, bagi publik Jakarta, ini adalah alarm peringatan. Sebab, angka kematian terkait Covid-19 masih puluhan orang setiap harinya.

Mengutip data dari situs resmi tanggap Covid-19 milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (corona.jakarta.go.id), tercat 9.031 jenazah yang dimakamkan terkait Covid-19 sejak awal pandemi pada Maret lalu.

Adapun, sejak 25 November hingga 1 Desember, tercat 333 orang yang dimakamkan terkait Covid-19. Artinya, rata-rata per hari sekitar 47 orang yang harus dikuburkan dengan prosedur tetap (protap) Covid-19.

Penanggung Jawab Pelaksana Pemakaman Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Muhaimin, membenarkan bahwa area pemakaman untuk korban virus corona sudah mulai penuh. Area makam untuk jenazah Covid-19 muslim sudah tak tersisa lagi sejak 8 November lalu.

Baca Juga

Kini, hanya tersisa sekitar 80 petak makam untuk jenazah Covid-19 kristen. Muhaimin menjelaskan, sejak Maret lalu, pihaknya telah menguburkan 4.516 jenazah Covid-19. Rinciannya 3.762 di area Muslim dan 718 di area Kristen. Sisanya, 36 jenazah dikuburkan dengan sistem tumpang.

"Kita melayani sistem tumpang karena memang unit untuk Muslim sudah full," kata Muhaimin.

Sistem tumpang adalah penempatan jenazah Covid-19 di makam biasa yang sudah ada sebelumnya. Jadi, jenazah yang sudah ada sebelumnya akan ditimpa dengan jenazah Covid-19.

Muhaimin, menyebut, sistem tumpang itu sudah diterapkan sejak 8 November, bertepatan dengan penuhnya lahan pemakaman jenazah Covid-19 Muslim di Pondok Ranggon. Pemakaman dengan sistem tumpang memiliki dua syarat.

Pertama, pihak keluarga dari jenazah Covid-19 harus mendapatkan izin penggunaan tanah makam. Kedua, pihak keluarga mendapat persetujuan dari seluruh pihak keluarga dari makam yang akan ditumpangi.

"Tujuannya seperti itu agar tak ada kendala di kemudian hari. Prosesnya itu dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Dinas Pertamanan dan Hutan DKI Jakarta," kata Muhaimin.

Selain sistem tumpang, opsi lain agar jenazah Covid-19 tetap bisa dikuburkan di Pondok Ranggon adalah menambah luas area pemakaman khusus Covid-19. Namun, kata Muhaimin, pihaknya sampai saat ini belum mendapatkan lahan baru.

Muhaimin menjelaskan, lahan pemakaman di Pondok Ranggon luasnya mencapai 59 hektare (ha). Semua itu digunakan untuk pemakaman umum. Adapun lahan untuk pemakaman Covid-19 adalah area tambahan seluas 1,4 ha.

"Lahan yang kita gunakan untuk lokasi jenazah Covid-19 (seluas 1,4 ha) sebenarnya adalah tanah untuk hutan kota. Tanah itu sebelum kita ratakan bentuknya berupa tebing, lembah, dan empang," kata dia.

Seiring dengan penuhnya area seluas 1,4 ha itu, lanjut dia, pihaknya kini menunggu penyerahan lahan baru dari Dinas Pertamanan dan Hutan DKI Jakarta. "Menurut bidang pengadaan tanah, ada lahan tapi berada di tengah pemukiman penduduk," ujar dia.

Berdasarkan pantauan Republika di area yang masih tersisa 80 petak untuk jenazah Covid-19 Kristen, tampak memang lokasinya berbatasan langsung dengan sungai, kawasan pemukiman warga, dan area kuburan biasa yang juga sudah penuh. 

In Picture: TPU Pondok Rangon Terapkan Sistem Tumpang Bagi Jenazah Covid

photo
Warga saat berziarah di area pemakaman jenazah COVID-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Rabu (2/12). TPU Pondok Ranggon hanya melayani jenazah COVID-19 muslim dengan sistem tumpang. Sistem tumpang yang dimaksud yakni dengan menumpangkan jenazah COVID-19 ke makam jenazah anggota keluarga atau orang yang dikenal. Republika/Putra M. Akbar - (Republika/Putra M. Akbar)


Dihubungi secara terpisah, Kepala Suku Dinas (Sudin) Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur, Christian Tamora Hutagalung membenarkan, bahwa saat ini TPU Pondok Ranggon hanya menerima pemakaman bagi jenazah Covid-19 non-Muslim lantaran masih tersisa sekitar 30 petak makam. Sedangkan lahan makam untuk jenazah Covid-19 Muslim, jelas Christian, telah terisi penuh.

"Tinggal (lahan makam untuk) non Muslim, sekitar 30-an petak. Kita sudah habis (lahan makam untuk jenazah Covid-19 Muslim)," kata Christian saat dihubungi Republika, Rabu (2/12).

Christian menjelaskan, kini TPU Pondok Ranggon hanya menerima makam tumpang bagi jenazah Covid-19 Muslim. Proses itu pun hanya dapat dilakukan apabila mendapat izin dari pihak keluarga.

"(Lahan makam jenazah) Covid Muslim sudah enggak ada. Kita terima itu makam tumpang. Kalau makam tumpang, silakan. Kalau keluarganya ada yang mau makam tumpang," ujarnya.

Oleh karena itu, sambung Christian, pihaknya mengambil langkah untuk mengarahkan pemakaman jenazah Covid-19 Muslim ke TPU Tegal Alur, Jakarta Barat yang masih tersedia. Namun, dia tidak menjelaskan secara rinci berapa jumlah petak makam yang tersisa di TPU Tegal Alur.

"Langkah selanjutnya diarahkan ke TPU Tegal Alur yang masih tersedia untuk (jenazah) Covid Muslim," ungkap dia.

Lantaran TPU Pondok Ranggon penuh, jenazah Covid-19 kini dialihkan ke TPU Tegal Alur, Jakarta Barat. TPU Pondok Rangon dan Tegal Alur adalah dua area pemakaman khusus Covid-19 di DKI Jakarta.

Menurut Gubernur Anies Baswedan pada awal September lalu, di Tegal Alur terdapat sekitar 1,5 hingga dua hektare lahan ekstra. Ia meyakini, lahan seluas itu bisa menampung 3.000 jenazah lagi.

Namun demikian, kasus baru positif Covid-19 di Jakarta masih belum menurun. Data 30 November dan 1 Desember menunjukkan angka penambahan kasus baru masih di atas 1.000-an per harinya.

Pada Rabu (2/12), pertambahan kasus positif pandemi Covid-19 di Jakarta, pada hari Rabu (2/12) adalah sebanyak 1.166. Sehingga, meningkatkan total kasus positif menjadi 139.085 dari sebelumnya 137.919.

Penambahan kasus positif harian sebanyak 1.166 kasus itu, lebih tinggi daripada penambahan pada Selasa (1/12) sebanyak 1.058 kasus, pada Senin (30/11) sebanyak 1.099 kasus, dan pada Kamis (26/11) sebanyak 1.064 kasus.

Namun, angka itu lebih rendah jika dibandingkan penambahan pada Minggu (29/11) sebanyak 1.431 kasus, pada Sabtu (28/11) sebanyak 1.370 kasus, pada Jumat (27/11) sebanyak 1.436 kasus, pada Rabu (25/11) sebanyak 1.273 kasus.

Terlebih, jika dibanding penambahan pada Sabtu (12/9) sebanyak 1.440 kasus dan pada Sabtu (21/11) sebanyak 1.579 kasus yang merupakan rekor penambahan tertinggi selama pandemi.

Namun demikian, angka penambahan 1.579 kasus itu tak mengalahkan penambahan pada Sabtu (12/9) sebanyak 1.440 kasus yang merupakan pemegang rekor kasus positif terbanyak yang didapatkan dari hasil tes yang dilakukan satu kali (11 September 2020), karena pada penambahan Sabtu (21/11) merupakan data gabungan pada 20 November 2020 dan tujuh hari sebelumnya yang baru dilaporkan

Dengan jumlah kematian rata-rata per hari 47 orang, berarti 3.000 petak makam yang tersisa di Tegal Alur akan habis dalam 64 hari ke depan. Setelah semua lahan makam habis, di mana lagi jenazah Covid-19 akan dikuburkan?

photo
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginjak rem darurat dengan mengetatkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) - (republika)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA