Friday, 2 Jumadil Akhir 1442 / 15 January 2021

Friday, 2 Jumadil Akhir 1442 / 15 January 2021

Bagaimana agar Allah SWT Cukupi Kebutuhan Hidup Kita?  

Rabu 02 Dec 2020 20:45 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah

Orang yang dicukupi kehidupannya oleh Allah SWT tak akan risau. ilustrasi tawakal

Orang yang dicukupi kehidupannya oleh Allah SWT tak akan risau. ilustrasi tawakal

Foto: Antara
Orang yang dicukupi kehidupannya oleh Allah SWT tak akan risau

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Orang yang kehidupannya dicukupi Allah SWT dalam segala hal sejatinya adalah orang yang paling beruntung.

Orang yang dicukupi Allah tak akan merisaukan urusan dunia seperti halnya makan dan minum, pakaian dan tempat tinggal, pangkat dan jabatan, ataupun prihal keamanan.

Pasalnya, Allah sudah menjamin kehidupannya. Allah telah menjadikannya sebagai hamba yang berkecukupan.

Baca Juga

Lantas, bagaimana supaya menjadi manusia yang segala urusannya dicukupi Allah? Pimpinan Daarut Tauhid, KH Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa Gym, menjelaskan, untuk menjadi orang yang kehidupannya dicukupi Allah, syaratnya bukanlah menjadi orang yang bekerja keras, melainkan orang yang hatinya senantiasa tawakal kepada Allah atas segala urusannya.

"وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ Wa man yatakillah fahuwa hasbuh (Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya) QS at-Thalaq: 3. Jadi, bukan perkara kerja keras, itu tidak cukup. Tapi, yang membuat kita dicukupi adalah hati yang tawakal," kata Aa Gym dalam kajian daringnya beberapa waktu lalu. 

Orang yang memasrahkan dirinya kepada Allah akan dicukupi kehidupannya serta mendapatkan tuntunan dan petunjuk dari Allah. Dalam arti lainnya, segala urusannya dijamin Allah. Dia dicukupi perihal hartanya, ilmunya, keamanannya, serta lahir dan batinnya.

Aa Gym menjelaskan, orang yang tak berserah diri kepada Allah akan menjadi manusia yang menderita dalam mengarungi kehidupan. Kendati orang tersebut mati-matian berusaha dalam mencapai suatu hal, usahanya tersebut akan menjadi sulit tanpa adanya tawakal.

"Ikhtiar tanpa dituntun itu menderita. Yang benar itu ikhtiarnya dituntun Allah. Keperluan apa pun dicukupi. Apabila seseorang keluar dari rumahnya, dia berkata bismillahi tawakkaltu ‘alallah, lahaula walakuwata illa billahil aliyiladzim maka dikatakan kepadanya, engkau telah mendapat petunjuk, diberikan kecukupan, dilindungi," kata Aa Gym.

Bila seseorang telah mendapatkan petunjuk dan perlindungan dari Allah karena rasa tawakal, setan pun akan kesulitan untuk menyesatkan orang tersebut. Karena itu, Aa Gym menjelaskan, ilmu tawakal sejatinya adalah ilmu yang membuat seorang hamba betul-betul dicukupi kebahagiaannya, ketenangannya, dan segala keperluan lahir maupun batinnya.

Orang yang bertawakal adalah orang yang benar-benar bertauhid, yakni meyakini segalanya milik Allah. Hamba tersebut yakin bahwa tak akan datang nikmat sekecil apa pun tanpa izin Allah. Begitu pun sebaliknya, tak ada musibah ataupun kesulitan yang akan menimpa tanpa seizin Allah.

Dalam praktiknya, Aa Gym menjelaskan, bila yang bertawakal tersebut adalah seorang pedagang, hamba itu akan menjadi pedagang yang baik terhadap pembelinya dan tidak akan menghalalkan segala cara demi menarik pembeli. Ia pun tidak akan kecewa atau bersedih hati bila dagangannya tidak jadi dibeli sebab ia yakin rezekinya telah diatur oleh Allah.

"Sangat berbeda dengan pedagang yang menganggap pembeli itu sumber rezeki. Dia akan berusaha keras agar orang itu membeli. Tapi, orang yang tawakal akan berusaha keras berdagang dengan cara terbaik agar Allah ridha. Apa kah Allah memberi rezeki lewat pem beli itu atau tidak, itu tidak masalah. Dibeli, alhamdulilah. Tidak pun, alhamdulilah. Karena dia sudah berbuat baik pada pembeli," katanya.

Allah telah membuat ketentuan bagi segala sesuatu. Sebab itu, tawakal atas segala ketentuan Allah menjadi kunci dari turunnya pertolongan Allah untuk mencukupi segala hal dalam kehidupan hamba tersebut. Karena itulah, Aa Gym mengajak untuk terus berbuat kebai kan. Orang yang bertawakal tidak ber putus asa bila ikhtiarnya belum menuai hasil, tetapi akan terus berusaha dan berbuat baik.    

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA