Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Setelah Moderna, Pfizer-BioNTech Ajukan Izin Vaksin Corona ke Regulator Eropa

Kamis 03 Dec 2020 05:05 WIB

Rep: deutsche welle/ Red: deutsche welle

Jakub Porzycki/NurPhoto/picture alliance

Jakub Porzycki/NurPhoto/picture alliance

Pfizer dan BioNTech telah ajukan izin bersyarat penggunaan vaksin corona.

Pfizer dan BioNTech telah mengajukan permohonan kepada regulator pengawas obat Eropa agar diberikan otorisasi bersyarat terkait penggunaan vaksin virus corona yang mereka kembangkan, demikian disampaikan perusahaan farmasi itu pada Selasa (01/12).

Uji klinis menunjukkan bahwa vaksin corona yang mereka kembangkan (bernama BNT162b2), 95% efektif melawan COVID-19. BioNTech mengatakan vaksin bisa tersedia di Eropa sebelum akhir tahun.

“Kami tahu sejak awal pengembangan ini pasien sedang menunggu, dan kami siap mengirimkan dosis vaksin COVID-19 segera setelah permohonan otorisasi kami dikabulkan,” kata kepala eksekutif Pfizer, Albert Bourla dalam sebuah pernyataan.

Permohonan yang diajukan oleh Pfizer dan BioNTech kepada Badan Pengawas Obat Eropa (European Medicines Agency/EMA) itu dilakukan setelah perusahaan farmasi AS Moderna juga mengajukan permohonan persetujuan darurat serupa.

Pada Senin (30/11) Moderna telah mengajukan permohonan kepada regulator Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat (AS) untuk mendapatkan izin penggunaan darurat vaksin virus corona yang mereka kembangkan.

Sementara itu, EMA yang berbasis di Amsterdam mengatakan bahwa jika datanya mencukupi, maka penilaian terhadap vaksin BioNTech-Pfizer paling lambat bisa selesai pada 29 Desember mendatang. Sementara, vaksin Moderna paling lambat selesai 12 Januari 2021.

Karakteristik vaksin Moderna dan BioNTech-Pfizer memang memiliki perbedaan cukup signifikan. Vaksin Moderna dapat disimpan dalam penyimpanan jangka panjang pada suhu minus 20 derajat Celcius, sementara vaksin BioNTech-Pfizer harus disimpan pada suhu minus 70 derajat Celcius.

Jerman targetkan vaksinasi di Januari 2021

Sementara itu, Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn mengatakan pemerintah menargetkan vaksinasi pertama terhadap orang-orang berisiko terinfeksi virus corona dapat dilakukan pada Januari 2021.

“Betul, dan kami selalu mengatakan bahwa bulan-bulan musim dingin, di mana kita menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan, akan menjadi bagian yang lebih sulit. Dan ini sebenarnya berlaku sampai akhir musim dingin,” kata Spahn kepadaa lembaga penyiaran publik Deutschlandfunk.

Spahn menambahkan bahwa vaksin akan diberikan oleh petugas melalui vaksin keliling dan di pusat vaksinasi khusus. Orang yang rentan, serta perawat dan dokter, kemungkinan besar akan menjadi yang pertama mendapatkan vaksin.

Pada bulan lalu, Spahn mengatakan bahwa Jerman diperkirakan mendapatkan hingga 100 juta dosis vaksin BioNTech-Pfizer.

gtp/pkp (reuters, AP, dpa)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan deutsche welle. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab deutsche welle.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA