Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

Indra Penciuman Terganggu Covid-19, Yuk Latihan Pemulihan!

Kamis 03 Dec 2020 00:45 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Biji kopi. Mencium aroma kopi, lemon, dan eukaliptus dapat membantu melatih indra penciuman untuk pulih dari Covid-19.

Biji kopi. Mencium aroma kopi, lemon, dan eukaliptus dapat membantu melatih indra penciuman untuk pulih dari Covid-19.

Foto: EPA-EFE/HOTLI SIMANJUNTAK
Latihan penciuman bantu pemulihan indra penciuman bagi orang yang kena Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kehilangan indra penciuman atau parosmia merupakan salah satu gejala yang cukup banyak dialami orang yang positif Covid-19. Latihan khusus dapat membantu mereka mendapatkan kembali kemampuan penciuman mereka dengan lebih cepat.

"Kehilangan indra penciuman merupakan gejala yang menonjol pada Covid-19," jelas peneliti Carl Philpott dari Norwich Medical School di University of East Anglia, seperti dilansir WebMD.

Selain penurunan fungsi indra penciuman (anosmia), ada gejala Covid-19 lain yang juga cukup umum dan berkaitan dengan penciuman. Gejala tersebut adalah parosmia.

photo
Parosmia dan phantosmia usik penyintas Covid-19 - (Republika)


Parosmia merupakan sebuah kondisi di mana seseorang mengalami distorsi bau yang tak menyenangkan. Sebagai contoh, aroma lemon tercium seperti kubis busuk atau aroma cokelat tercium seperti bensin.

Individu dengan anosmia atau parosmia dinilai dapat terbantu oleh sebuah latihan penciuman khusus. Hal ini diungkapkan oleh Philpott dan tim peneliti melalui jurnal The Laryngoscope.

Studi ini melibatkan lebih dari 140 orang yang mengalami anosmia atau parosmia. Mereka diminta untuk menjalani latihan penciuman selama periode studi berlangsung. Hasil studi menunjukkan bahwa latihan penciuman dapat membantu para partisipan mendapatkan kembali kemampuan penciumannya dengan lebih cepat.

"Latihan ini bertujuan untuk membantu pemulihan berdasarkan neuroplastisitas, kemampuan otak untuk mengatur ulang dirinya sendiri untujk mengompensasi perubahan atau cedera," pungkas Philpott.

Untuk melakukan latihan penciuman ini, cium setidaknya empat bau yang berbeda dua kali per hari. Lakukan latihan ini setiap hari selama beberapa bulan. Beberapa objek berbau yang bisa dimanfaatkan untuk latihan adalah eukaliptus, lemon, mawar, kayu manis, cokelat, kopi, anggrek, madu, stroberi, dan timi.

Studi ini memang dilakukan sebelum pandemi Covid-19 terjadi. Para partisipan yang terlibat bukan mengalami anosmia atau parosmia akibat Covid-19. Akan tetapi, tim peneliti menilai temuan mereka juga dapat membantu pasien-pasien yang mengalami anosmia atau parosmia akibat Covid-19.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA