Monday, 5 Jumadil Akhir 1442 / 18 January 2021

Monday, 5 Jumadil Akhir 1442 / 18 January 2021

Italia akan Vaksinasi Covid-19 Gratis Mulai Januari

Rabu 02 Dec 2020 20:25 WIB

Red: Nur Aini

Pegawai perawatan kesehatan yang mengenakan overall dan masker pelindung bekerja di unit perawatan intensif rumah sakit GVM ICC Casal Palocco dekat Roma, Italia, 18 November 2020, selama gelombang kedua pandemi virus corona Covid-19.

Pegawai perawatan kesehatan yang mengenakan overall dan masker pelindung bekerja di unit perawatan intensif rumah sakit GVM ICC Casal Palocco dekat Roma, Italia, 18 November 2020, selama gelombang kedua pandemi virus corona Covid-19.

Foto: EPA-EFE/GIUSEPPE LAMI ATTENTION EDITORS: IMAG
Italia memiliki opsi untuk membeli 202 juta suntikan vaksin Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Italia akan meluncurkan program vaksinasi virus corona gratis yang sangat besar awal tahun depan. Hal itu dikatakan Menteri Kesehatan Roberto Speranza pada Rabu (2/12) ketika pemerintah menyiapkan pembatasan untuk menghindari lonjakan infeksi selama liburan musim dingin.

"Kami akhirnya melihat daratan, kami memiliki rute yang jelas ke pelabuhan yang aman. Tampaknya mulai Januari kami akan mendapatkan vaksin pertama," ujar dia kepada senat majelis tinggi.

Speranza mengatakan pemerintah memiliki opsi untuk membeli 202 juta suntikan vaksin Covid-19 dari berbagai perusahaan dan sedang menunggu izin penggunaannya dari otoritas obat Eropa.

Baca Juga

"Distribusi vaksin tergantung pada kontrak yang ditandatangani oleh Komisi Eropa [...] tunduk pada prosedur otorisasi yang belum sepenuhnya pasti," kata dia kepada anggota parlemen.

Pada Rabu (2/12), Inggris menjadi negara pertama di Barat yang menyetujui vaksin Covid-19, setelah regulator obatnya memberikan persetujuan penggunaan darurat untuk vaksin Pfizer-BioNTech yang akan tersedia mulai minggu depan.

Italia, negara Barat pertama yang terdampak virus itu, telah mencatat 56.361 kematian akibat Covid-19 sejak wabah muncul pada Februari dan memiliki jumlah korban tertinggi kedua di Eropa setelah Inggris. Negara itu juga telah mendaftarkan 1,62 juta kasus.

Speranza mengatakan bagian utama dari kampanye vaksin Italia akan dilakukan antara musim semi dan musim panas 2021. Petugas kesehatan, orang tua dan mereka yang tinggal di panti jompo mendapatkan suntikan pertama, serta para tentara yang terlibat dalam distribusi vaksin.

Italia memberlakukan pembatasan baru bulan lalu untuk mengendalikan gelombang kedua infeksi, menutup sebagian besar wilayah industri di utara dan membatasi aktivitas bisnis. Setelah kasus baru harian menurun dalam seminggu terakhir, pemerintah menghapus beberapa pembatasan pada toko dan pergerakan orang sebelum Natal.

Sebuah pertemuan kabinet yang dijadwalkan Rabu malam diharapkan untuk menyetujui pembatasan lebih lanjut untuk mencegah lonjakan infeksi baru selama musim liburan mendatang.

"Tujuan kami adalah membatasi perjalanan ke luar negeri dan antardaerah selama liburan musim dingin," kata Speranza, kemudian menambahkan bahwa pergerakan dapat lebih dibatasi pada Natal dan Tahun Baru.

Dia menegaskan kembali bahwa pemerintah bermaksud untuk menutup resor ski.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA