Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Jejak Ekstremis Asal Libya dalam Aksi Terorisme di Inggris

Rabu 02 Dec 2020 16:36 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nashih Nashrullah

Sejumlah aksi terorisme di Inggris dilakukan oknum Muslim asal Libya. ilustrasi terorisme

Sejumlah aksi terorisme di Inggris dilakukan oknum Muslim asal Libya. ilustrasi terorisme

Foto: Antara/Widodo S. Jusuf
Sejumlah aksi terorisme di Inggris dilakukan oknum Muslim asal Libya

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Peneliti di Henry Jackson Society, Dr Rakib Ehsan, menulis artikel tentang pandangannya terhadap ancaman teror di Inggris yang dimuat di laman Spiked, Selasa (1/12). 

Ketika Inggris terus bergulat dengan pandemi virus corona, tingkat ancaman teror nasional baru-baru ini menjadi 'parah', dengan bahaya terorisme yang mengatasnamakan Islam yang terus berlanjut. 

Rakib menilai, Islamisme Inggris tidak diragukan lagi telah memantapkan dirinya sebagai masalah utama di dua kota terbesar Inggris yakni London dan Birmingham. 

Baca Juga

Di London, itu adalah wilayah timur ibu kota, Tower Hamlets dan Newham, yang menjadi perhatian khusus. Keduanya terdiri dari komunitas Muslim yang sebagian besar terpisah. Banyak yang berasal dari bagian pertanian terpencil di Sylhet di Bangladesh timur laut.

Sejumlah lingkungan Birmingham, seperti Springfield dan Sparkbrook di daerah pemilihan parlemen Hall Green kota, memiliki lingkungan yang kurang terintegrasi. 

Sebagian besar berasal dari Pakistan, dan tertinggal. Sebagian besar populasi warisan Pakistan di Birmingham berasal dari desa-desa pedesaan yang tergeser secara ekonomi di wilayah Azad Kashmir. 

Namun tren penting dari salah satu kota besar Inggris lainnya, Manchester, adalah ekstremisme Islam Libya. Kepala Polisi Kontra-Terorisme Inggris, Asisten Komisaris, Neil Basu, sebelumnya menyarankan bahwa 'hubungan jihadis Libya Inggris' tidak mendapat perhatian yang cukup oleh otoritas publik Inggris.

Salman Abedi lahir di Manchester setelah keluarganya diberikan suaka di Inggris dari Libya, di mana ayahnya, Ramadan, mendukung pasukan Islam yang berusaha untuk menggulingkan rezim Kolonel Muammar al-Gaddafi.

Dengan bantuan kakaknya, Hashem, yang saat ini menjalani hukuman penjara minimal 55 tahun, Salman melakukan aksi bom bunuh diri Islamis Manchester Arena 2017, yang menewaskan 22 orang.

Warga negara ganda Libya Inggris Abdalraouf Abdallah dipenjara pada 2016 karena membantu orang lain bergabung dengan militan ISIS di Suriah, tetapi akan segera dibebaskan. 

Abdallah mendirikan 'pusat' komunikasi bagi calon pejuang jihadis, termasuk saudaranya yang dipenjara, Mohammed, dari rumahnya di Manchester. 

Menurut penuntutan di persidangannya, Abdalraouf mengarahkan operasi setiap hari, menggunakan kontak di Belgia, Yordania, dan Suriah. Seorang lumpuh yang terluka parah saat bertempur dengan Islamis dalam pemberontakan Libya 2011, Abdalraouf juga telah diidentifikasi sebagai pengaruh yang berpotensi radikal pada Salman Abedi, dengan topik 'kemartiran' yang ditampilkan dalam korespondensi antara keduanya. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA