Saturday, 10 Jumadil Akhir 1442 / 23 January 2021

Saturday, 10 Jumadil Akhir 1442 / 23 January 2021

Rumah Sakit Penuh, Puluhan Pasien Covid Masuk Daftar Tunggu

Rabu 02 Dec 2020 16:06 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Teguh Firmansyah

Pekerja medis mengecek kondisi pasien virus corona, ilustrasi.

Pekerja medis mengecek kondisi pasien virus corona, ilustrasi.

Foto: AP
Pemkot Tasikmalaya berencana sewa hotel untuk tempat isolasi.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tasikmalaya terus mengalami peningkatan. Namun, kapasitas ruang isolasi yang ada belum juga bertambah.

Pelaksana Tugas Wali Kota Tasikmalaya, Muhammad Yusuf mengatakan, saat ini kapasitas ruang isolasi di sejumlah tempat di daerahnya sudah penuh. Akibatnya, pasien terkonfirmasi Covid-19 yang seharusnya diisolasi secara terpusat masih belum bisa dibawa.  "Sekarang daftar tunggu ke rumah sakit sudah cukup banyak. Hampir 30 belum bisa masuk ke RSUD (untuk isolasi)," kata dia, Rabu (2/12).

Yusuf mengatakan, saat ini semua rumah sakit dan rumah susun sewa yang disiapkan untuk mengisolasi pasien Covid-19 sudah terisi. Sementara untuk pemanfaatan rumah sakit baru sebagai tempat isolasi belum bisa dilakukan. Sebab, masih banyak hal yang harus disiapkan sebelum rumah sakit yang masih dalam proses pembangunan itu digunakan.

Sebagai solusinya, Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya akan menyewa hotel untuk tempat isolasi pasien Covid-19. "Tadi malam saya rapat dengan tim, kemungkinan Hotel Crown kita pakai. Kita sedang persiapkan," kata dia.

Namun, Yusuf belum dapat memastikan kapan hotel itu akan digunakan untuk tempat isolasi. Pemkot Tasikmalaya masih menunggu kepastian dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). "Kita usul dulu ke BNPB. Nanti pembiayaan akan ditanggung BNPB," kata dia.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya hingga Rabu siang, total kasus terkonfirmasi berjumlah 744 kasus. Sebanyak 432 orang telah dinyatakan sembuh, 285 orang masih menjalani isolasi, dan 27 orang meninggal dunia.

Yusuf menilai, kasus di daerahnya masih terus meningkat disebabkan saat ini masyarakat menganggap pandemi Covid-19 telah selesai setelah aktivitas warga kembali berjalan.

Padahal, berjalannya aktivitas itu bukan berarti pandemi Covid-19 sudah selesai, melainkan untuk pemulihan ekonomi. Setiap aktivitas yang berjalan juga harus tetap berpedoman kepada protokol kesehatan. "Kita terus melakukan sosialisasi protokol kesehatan," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA

 
 
 

TERPOPULER

Kamis , 01 Jan 1970, 07:00 WIB