Monday, 5 Jumadil Akhir 1442 / 18 January 2021

Monday, 5 Jumadil Akhir 1442 / 18 January 2021

Gatot: Gejolak di Papua Akibat Masalah Ketidakadilan

Rabu 02 Dec 2020 14:03 WIB

Red: Erik Purnama Putra

Eks Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

Eks Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

Foto: Antara/Arif Firmansyah
Menurut Gatot, masyarakat Papua sudah frustrasi hingga deklarasi merdeka.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menyinggung soal gejolak yang terjadi di Papua baru-baru ini, hingga ada yang mendeklarasikan berdirinya pemerintahan Papua Barat. Menurut Gatot, hal itu terjadi karena ada rasa ketidakadilan yang dirasakan warga asli Papua.

"Nah keadilan ini buktinya apabila tidak dilakukan, pelaksanaannya bagi seluruh rakyat Indonesia, terbukti sekarang di Papua, Papua Barat itu masalah keadilan. (Merdeka) itu karena sudah frustrasi," ucap Gatot kala menjadi pembicara 'Dialog Nasional 100 Ulama dan Tokoh Bersama Imam Besar Al Habib Muhammad Rizieq Shihab' yang disiarkan akun channel Youtube Front TV pada Rabu (2/12).

Gatot pun meminta pemerintah untuk berlaku adil ketika menangani masalah di Papua, yang selama ini tidak bergejolak. "Inilah kalau keadilan ada tetep, mereka dilindungi setiap manusia diperlakukan sama secara adil dan beradab, tidak mungkin itu terjadi. Selama 70 tahun tidak terjadi damai-damai saja, inilah perlunya Revolusi Akhlak," kata Gatot menambahkan.

Mantan Panglima Kostrad itu juga menyinggung sebenarnya manusia Indonesia itu dilahirkan sebagai pemberani. Hal itu ditandai dengan masyarakat Indonesia yang memiliki berbagai latar belakang, namun mempunya senjata daerah.

"Manusia-manusia Indonesia adalah manusia pemberani. Dari Sabang sampai Merauke punya senjata, rencong, keris, badik, dan sebagainya, hanya bedanya di barat kecil, semakin ke timur besar. Semua suku punya tarian perang, siap perang, maka pemberani," ucap Gatot.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA