Sunday, 14 Rajab 1444 / 05 February 2023

Kasus Covid Melonjak, Pemda Diminta Optimalkan 3T

Rabu 02 Dec 2020 11:19 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Friska Yolandha

Pemerintah daerah diminta lebih mengoptimalkan 3T, yakni tracing (pelacakan), testing (pemeriksaan), dan treatment (perawatan) demi menekan angka penularan Covid-19. Permintaan ini disampaikan Satgas Penanganan Covid-19 menanggapi terjadinya lonjakan kasus di sejumlah daerah.

Pemerintah daerah diminta lebih mengoptimalkan 3T, yakni tracing (pelacakan), testing (pemeriksaan), dan treatment (perawatan) demi menekan angka penularan Covid-19. Permintaan ini disampaikan Satgas Penanganan Covid-19 menanggapi terjadinya lonjakan kasus di sejumlah daerah.

Foto: EPA-EFE/DEDI SINUHAJI
Dibandingkan pekan lalu, pekan ini terjadi kenaikan kasus hingga 19,8 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah daerah diminta lebih mengoptimalkan 3T, yakni tracing (pelacakan), testing (pemeriksaan), dan treatment (perawatan) demi menekan angka penularan Covid-19. Permintaan ini disampaikan Satgas Penanganan Covid-19 menanggapi terjadinya lonjakan kasus di sejumlah daerah. 

"Hal ini akan direalisasikan sesegera mungkin dalam rangka menjaga jangan sampai terjadi penularan di tingkat keluarga. Pemda diminta melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait implementasi protokol kesehatan," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam keterangan pers, Selasa (1/12) petang. 

Baca Juga

Wiku mengungkapkan, terjadi kenaikan kasus hingga 19,8 persen, dari 30.555 kasus pada pekan lalu menjadi 36.600 kasus pekan ini. Kendati begitu, angka kasus aktif di Indonesia masih lebih rendah dari rata-rata dunia. Jumlah kasus aktif di Indonesia per 1 Desember berada di angka 72.015 kasus atau 13,2 persen dari total kasus. Sedangkan angka kasus aktif dunia sebesar 28,5 persen.

Jumlah kasus sembuh di Tanah Air juga masih lebih tinggi dari angka dunia. Indonesia mencatatkan 83,6 persen kasus sembuh sementara dunia 69,14 persen. Hanya saja untuk angka kematian, Indonesia masih mencatatkan angka lebih buruk dari angka dunia. Tingkat kematian di Indonesia mencapai 3,1 persen, sedangkan angka dunia 2,32 persen. 

Wiku juga menyampaikan apresiasnya kepada provinsi yang mencatatkan perbaikan pada dua indikator, yakni persentase kesembuhan lebih dari 80 persen dan kasus aktif kurang dari 20 persen. Satgas mencatat ada 16 provinsi yang memenuhi dua kriteria tersebut, antara lain Gorontalo, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Riau, Bali, Sulawesi Barat, Papua Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Maluku Utara, Sumatera Utara, Jawa Barat, Maluku, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur. 

"Saya mengapresiasi kerja keras yang ditunjukkan 26 provinsi tersebut. Capaian ini tidak mudah, namun dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah, masyarakat  dan berbagai pihak lainnya, maka hal ini dapat dicapai," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA