Friday, 9 Jumadil Akhir 1442 / 22 January 2021

Friday, 9 Jumadil Akhir 1442 / 22 January 2021

Rupiah Berpeluang Menguat Didorong Potensi Stimulus Fiskal

Rabu 02 Dec 2020 10:15 WIB

Red: Friska Yolandha

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (2/12) berpeluang menguat karena didorong optimisme pelaku pasar terhadap potensi stimulus fiskal di Amerika Serikat. Rupiah dibuka menguat 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp 14.120 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp 14.130 per dolar AS.

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (2/12) berpeluang menguat karena didorong optimisme pelaku pasar terhadap potensi stimulus fiskal di Amerika Serikat. Rupiah dibuka menguat 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp 14.120 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp 14.130 per dolar AS.

Foto: ANTARA/Aprillio Akbar
The Fed masih ingin mempertahankan pelonggaran moneter untuk bantu pemulihan ekonomi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (2/12) berpeluang menguat karena didorong optimisme pelaku pasar terhadap potensi stimulus fiskal di Amerika Serikat. Rupiah dibuka menguat 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp 14.120 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp 14.130 per dolar AS.

"Dua sentimen positif yaitu potensi stimulus fiskal AS dan pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell yang masih ingin mempertahankan pelonggaran moneter untuk membantu pemulihan ekonomi AS, membantu melemahkan nilai tukar dolar terhadap nilai tukar lainnya," kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu.

Presiden AS terpilih Joe Biden mendesak kongres untuk mengeluarkan paket tambahan stimulus yang berhasil membuat investor optimistis. Terlepas dari optimisme tersebut, Gubernur The Federal Reserve Jerome Powell memperingatkan anggota parlemen bahwa ekonomi AS tetap dalam keadaan krisis yang tidak pasti pada kesaksian sidang di depan Komite Perbankan Senat semalam.

Baca Juga

Ariston menuturkan indeks dolar AS juga terus menciptakan level terendah baru di 2020 yaitu di posisi 91,19. Menurut Ariston, sentimen tersebut mungkin mampu mendorong penguatan nilai tukar rupiah yang kembali melemah pada Selasa (1/12) kemarin.

"Di sisi lain kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia bisa menekan nilai tukar rupiah," ujar Ariston.

Ariston memperkirakan hari ini rupiah bergerak di kisaran Rp 14.050 per dolar AS hingga Rp 14.200 per dolar AS. Pada Selasa (1/12) lalu, rupiah ditutup melemah 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp 14.130 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya Rp 14.120 per dolar AS.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA

 
 
 

TERPOPULER

Kamis , 01 Jan 1970, 07:00 WIB