Saturday, 3 Jumadil Akhir 1442 / 16 January 2021

Saturday, 3 Jumadil Akhir 1442 / 16 January 2021

Kemenhub Tawarkan Kerja Sama Pengusahaan Terminal ke Swasta

Rabu 02 Dec 2020 07:33 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha

Suasana kawasan stasiun terpadu di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu (17/6). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menawarkan kerja sama pengusahaan enam terminal tipe A swasta baik dari unsur UMKM maupun perusahaan berskala besar.

Suasana kawasan stasiun terpadu di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu (17/6). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menawarkan kerja sama pengusahaan enam terminal tipe A swasta baik dari unsur UMKM maupun perusahaan berskala besar.

Foto: Republika/Prayogi
Benruk pengusahaan bisa dilakukan dengan membangun hotel, mal atau sport center.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menawarkan kerja sama pengusahaan enam terminal tipe A swasta baik dari unsur UMKM maupun perusahaan berskala besar. Keenam Terminal tersebut yaitu Terminal Penumpang Tipe A Entrop di Jayapura, Anak Air di Padang, Guntur Melati di Garut, Bulupitu di Purwokerto, Mangkang di Semarang, dan Tirtonadi di Solo.

“Keterlibatan swasta kami lakukan untuk semakin meningkatkan pelayanan transportasi darat," kata Budi dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (1/12). 

Selain itu, Budi menuturkan, upaya tersebut dilakukanjuga dalam upaya Pemulihan Ekonomi Nasional. Khususnya dengan memberikan perhatian khusus pada aspek pembukaan lapangan kerja, serta mendorong UMKM dan perusahaan besar untuk bangkit kembali. 

Budi menjelaskan, pemerintah pusat dan daerah harus bersinergi untuk terus memperbaiki dan membenahi pelayanan terminal. Dengan begitu, Budi menilai hal tersebut memberikan kenyamanan dan keamanan kepada pengguna transportasi. 

"Kita ingin pelayanan terminal tipe A sama baiknya dengan Bandara sehingga kami memperhatikan ini dengan sungguh-sungguh," ujar Budi. 

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengtakan bentuk pengusahaan yang bisa dikerjasamakan seperti membangun hotel, mal, gym, sport center, kuliner, dan sebagainya di area terminal. Setiyadi menilai dengan adanya inovasi maka secara berkelanjutan sebagai penggerak ekonomi.

"Dengan mengusung konsep New Terminal New Experience, hadirnya terminal modern ini dapat menciptakan bangkitan baru, sehingga dapat mendukung pemulihan ekonomi nasional,” ungkap Setiyadi.

Saat ini pemerintah tengah mendorong pengembangan konsep Transit Oriented Development (TOD). Konsep tersebut merupakan pengembangan kawasan urban yang memaksimalkan jumlah ruang hunian, kawasan bisnis, dan tempat hiburan dengan jarak yang dekat dari akses transportasi umum.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA