Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Tiga Guru SMP di Kudus Meninggal Akibat Covid-19

Selasa 01 Dec 2020 21:42 WIB

Red: Andri Saubani

Bendera kuning sebagai pengganti nisan berada di pusara kasus meninggal akibat Covid-19 di sebuah kompleks pemakaman khusus jenazah Covid-19. (ilustrasi)

Bendera kuning sebagai pengganti nisan berada di pusara kasus meninggal akibat Covid-19 di sebuah kompleks pemakaman khusus jenazah Covid-19. (ilustrasi)

Foto: ANTARA/muhammad adimaja
Masing-masing guru yang meninggal memiliki penyakit penyerta.

REPUBLIKA.CO.ID, KUDUS -- Sebanyak tiga guru di SMP 3 Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dinyatakan meninggal dunia akibat terpapar penyakit virus corona jenis baru (Covid-19). Sehingga, aktivitas belajar mengajar secara daring (dalam jaringan) juga dihentikan sementara.

"Meskipun kematian ketiga guru tersebut tidak bersamaan, tetapi hasil tes usap tenggorokan (swab) ketiganya memang terkonfirmasi positif Covid-19 dan masing-masing memiliki penyakit penyerta," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kudus Andini Aridewi di Kudus, Selasa (1/12).

Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kudus, katanya, langsung menindaklanjuti hasil tes usap tenggorokan ketiganya yang dinyatakan positif Covid-19 dengan melakukan penelusuran kontak erat. Andini mencatat, ada 43 guru di SMP 3 Jekulo yang harus menjalani tes usap tenggorokan untuk memastikan apakah terpapar virus corona atau tidak.

Penelusuran kontak tidak hanya di lingkungan SMP 3 Jekulo. Melainkan, masing-masing anggota keluarga dari ketiga guru yang meninggal tersebut juga dilakukan guna memastikan ada tidaknya penularan di lingkungan keluarga.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kudus Harjuna Widada mengungkapkan sudah meminta sekolah setempat untuk menghentikan sementara aktivitas belajar mengajarnya sambil menunggu hasil tes usap tenggorokan.

"Kami juga menginstruksikan kepala sekolah setempat untuk membuat kronologi dan rekam perjalanan masing-masing guru yang meninggal sehingga bisa menjadi bahan masukan bagi dinas, terutama ketika sebelumnya ada yang memang bepergian ke daerah lain," ujarnya.

Awalnya, Disdikpora Kudus hanya menerima laporan satu guru yang meninggal di akhir pekan sebelumnya, kemudian menerima laporan ada tambahan dua guru yang meninggal pada awal pekan ini. Kepala Sekolah SMP 3 Jekulo Wiwik Purwati memastikan tidak ada siswa yang kontak dengan guru tersebut di sekolah karena pembelajaran dilaksanakan secara daring.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA