Saturday, 3 Jumadil Akhir 1442 / 16 January 2021

Saturday, 3 Jumadil Akhir 1442 / 16 January 2021

Dengan Ventilator Terpasang, Ibu Positif Covid-19 Melahirkan

Rabu 02 Dec 2020 00:45 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Reiny Dwinanda

Svetlana Sorochinskaya (36 tahun), ibu asal Rusia yang positif Covid-19 meninggal beberapa jam setelah melahirkan bayi prematur.

Svetlana Sorochinskaya (36 tahun), ibu asal Rusia yang positif Covid-19 meninggal beberapa jam setelah melahirkan bayi prematur.

Foto: Media sosial Svetlana Sorochinskaya
Beberapa jam setelah melahirkan, ibu positif Covid-19 di Rusia meninggal dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang ibu asal Rusia melahirkan bayi laki-laki di Kota St Petersburg dalam kondisi masih menggunakan ventilator akibat Covid-19. Ibu itu adalah Svetlana Sorochinskaya.

Perempuan berusia 36 tahun tersebut diyakini terjangkit virus corona saat mengunjungi ayahnya, Kirey Pinchin (64) di rumah sakit. Waktu itu, sang ayah hendak menjalani operasi jantung.

Ayah Svetlana meninggal karena Covid-19 pada 5 November 2020, delapan hari setelah keluar dari rumah sakit. Svetlana sempat menuliskan pesan cinta di caption salah satu foto bersama ayahnya di akun Instagram-nya.

"Ayahku ... kamu adalah pria terbaik dan paling baik di dunia ini. Aku mencintaimu selamanya. Kamu tidak punya cukup waktu untuk melihat cucumu," tulis dia.

Ketika mengembangkan gejala infeksi SARS-CoV-2, Svetlana mengeluhkan petugas medis hanya memberinya obat batuk dan tidak ada suplemen lain untuk melawan virus penyebab Covid-19 itu. Dia awalnya pergi ke rumah sakit bersalin untuk melahirkan, tetapi ketika diketahui positif Covid-19, dia dikirim ke rumah sakit penyakit menular terkemuka di sana.

Tiga hari kemudian, Svetlana yang berprofesi sebagai administrator di klinik gigi itu melahirkan putranya enam pekan sebelum waktunya. Ia memutuskan memberi nama anaknya Kirey, mengambil nama ayahnya yang belum lama meninggal.

Baca Juga

Ironisnya, beberapa jam setelah melahirkan, Svetlana meninggal. Sebelum dua kematian itu, ibu Svetlana, Vera, juga sakit parah dan disarankan pergi ke rumah sakit.

"Tetapi, ketika dia tiba di rumah sakit, tidak ada tempat tidur yang tersedia. Dia hanya diminta 'Berbaringlah di lantai di koridor ini'. Padahal, hasil pemindaian menunjukkan 60 persen kerusakan pada paru-parunya,” kata sepupu Svetlana, Larisa Kachkaeva.

Vera (62) meninggal beberapa pekan kemudian, tepatnya pada 12 November. Tiga kematian telah memicu perebutan hak asuh atas bayi Kirey yang tak memiliki ayah, ibu, maupun kakek serta nenek.

Svetlana yang telah bercerai menolak menyebutkan nama ayah dari anaknya yang telah lama ditunggu itu. Bayi Kirey yang masih dirawat di rumah sakit itu sekarang menjadi satu-satunya pewaris properti berharga di St Petersburg, termasuk dua apartemen.

"Svetlana telah mengatakan, dia (M) bukanlah ayah dari anak tersebut. Kami menunggu hasil analisis DNA dan pengadilan akan memutuskan," ungkap Kachkaeva.

Rusia pada Selasa secara resmi melaporkan 26.338 kasus Covid-19 baru termasuk 6.511 di Moskow dan 3.691 di St Petersburg, menjadikan total nasional menjadi 2.295.654 kasus sejak pandemi dimulai. Pihak berwenang juga mengumumkan 368 kematian dalam 24 jam terakhir, sehingga total kematian menjadi 39.895.

Berbagai sumber meragukan angka tersebut. Mereka meyakini bahwa jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA