Monday, 5 Jumadil Akhir 1442 / 18 January 2021

Monday, 5 Jumadil Akhir 1442 / 18 January 2021

Suara Adzan akan Dominasi Inggris dan Wales pada 2050? 

Selasa 01 Dec 2020 16:48 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Survei 2011 lalu menyebut azan akan mendominasi Inggris 2050 Masjid Sentral London (London Central Mosque) di Regents Park, London utara, Inggris.

Survei 2011 lalu menyebut azan akan mendominasi Inggris 2050 Masjid Sentral London (London Central Mosque) di Regents Park, London utara, Inggris.

Foto: Victoria Jones/PA via AP
Survei 2011 lalu menyebut, azan akan mendominasi Inggris 2050.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- perkembangan populasi umat Islam di Inggris memang cukup signifikan. Jumlahnya bahkan terus mengalami peningkatan.

Angka-angka statistik dari Kern dan Cooper tentang perkembangan Islam dan agama-agama lainnya di Inggris dan juga sebenarnya berlaku di berbagai bumi Barat lainnya membuktikannya.  

Data sensus Pemerintah Inggris yang digunakan Kern diumumkan pada 11 Desember 2011 hanya untuk Inggris dan Wales. Sedangkan untuk Irlandia Utara dan Skotlandia dilakukan secara terpisah.

Baca Juga

Sensus ini menunjukkan bahwa jumlah umat Kristen di Inggris dan Wales turun 11 persen (4,1 juta) selama 10 tahun terakhir, dari 37,3 juta tahun 2001 menjadi 33,2 juta pada 2011.

Sebaliknya pada periode yang sama, jumlah umat Islam meningkat 80 persen (1,2 juta), dari 1,5 juta tahun 2001 menjadi 2,7 juta pada 2011. Karena perubahan demografis ini, Islam telah muncul sebagai agama kedua terbesar di Inggris dan Wales.

Agama timur lainnya, yaitu Hindu menjadi agama terbesar ketiga di Inggris dan Wales dengan pemeluk 817 ribu, diikuti oleh pemeuk Sikh dengan angka 423 ribu, Buddha 248 ribu, dan Yahudi 263 ribu. Penduduk Inggris pada 2011 berjumlah 56,07 juta.

Yang mengaku Kristen turun dari 72 persen pada 2001 menjadi 59 persen pada 2011. Jumlah umat Islam yang semula tiga persen meningkat menjadi lima persen dalam satu dasawarsa.

Sebagian analis bahkan percaya bahwa jumlah umat Islam yang riil melebihi angka itu karena menyebut masalah agama hanyalah sukarela dalam sensus 2011 itu. Ada sebanyak 7,2 persen yang tidak menuliskan agamanya dalam sensus itu.

Yang sedikit mengagetkan adalah fakta bahwa mereka yang mengaku tidak berafiliasi dengan agama tertentu melonjak 83 persen, dari 7,7 juta pada 2001 menjadi 14,4 juta pada 2011. Artinya, seperempat penduduk Inggris dan Wales adalah manusia yang tidak beragama.

Dengan perkataan lain, jika penganut agnostisisme (tak hirau dengan agama) dan ateisme semakin membesar, lonjakan jumlah umat Islam adalah karena imigrasi dan pemeluk baru melalui konversi, sebagaimana telah disinggung sebelumnya.

Demikian itulah perubahan peta demografis berdasarkan agama yang sedang berlangsung di Inggris dan Wales. Jika laju angka-angka statistik itu tetap tak berubah, maka pada 2050, kata Cooper, suara adzan di seluruh Inggris dan Wales akan mengalahkan bunyi lonceng gereja. 

sumber : Harian Republika
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA