Friday, 2 Jumadil Akhir 1442 / 15 January 2021

Friday, 2 Jumadil Akhir 1442 / 15 January 2021

Harga Gabah Kering Panen di Lampung Turun

Selasa 01 Dec 2020 16:19 WIB

Rep: mursalin yasland/ Red: Hiru Muhammad

Petani memisahkan butiran padi (gabah) di Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung, Lampung, Selasa (4/4).

Petani memisahkan butiran padi (gabah) di Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung, Lampung, Selasa (4/4).

Foto: Antara/Ardiansyah
Rata-rata komponen mutu beras yang diperjualbelikan pada November 2020 hasilnya baik

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG--Harga Gabah Kering Panen (GKP) rata-rata di tingkat petani dan penggilingan mengalami penurunan pada November 2020. Penurunan GKP di tingkat petani sebesar 3,27 persen dan di tingkat penggilingan 3,34 persen. Namun masih di atas harga pembelian pemerintah.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Faizal Anwar mengatakan, penurunan GKP di tingkat petani turun 3,27 persen dari Rp 4.368,75 per kg (pada Oktober 2020) menjadi Rp 4.2225,81 per kg (pada November 2020). Sedangkan di tingkat penggilingan turun 3,34 persen dari RP 4.473,44 per kg (Oktober) menjadi Rp 4.324,19 per kg (November). “Selama November 2020, pergerakan rata-rata harga gabah tingkat petani cenderung menurun di beberapa kecamatan,” kata Faizal Anwar dalam keterangan persnya secara virtual di Bandar Lampung, Selasa (1/12).

Harga gabah tertinggi di tingkat petani RP 4.800 per kg GKP varietas Ciherang dan Inpari 42, Ambarawa, Pringsewu. Harga tersebut lebih tinggi dari HPP Rp 4.200 per kg. Sedangkan harga gabah terendah Rp 4.00 per kg gabah kualitas GKP varietas Muncul di Palas, Lampung Selatan.

Harga gabah di penggilingan tertinggi Rp 4.900 per kg GKP varietas CIherang dan Inpari 42 di Ambarawa, Pringsewu. Harga masih di atas HPP Rp 4.250 per kg. Sedangkan harga gabah terendah Rp 4.100 per kg dengan varietas Ciherang dan Muncul di Palas dan Penengahan, Lampung Selatan.

Dia mengatakan, penurunan harga gabah tertinggi di Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah sebesar 21,23 persen atau Rp 1.125 per kg. Kemudian di Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan turun 12,50 persen atau Rp 600 per kg, dan Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu turun 9,92 persen atau Rp 533,33 per kg.

BPS melakukan pemantauan harga GKP di sentra produksi gabah di Lampung selama November 2020 masing-masing di 14 observasi di Kabupaten Lampung Selatan dan Lampung Tengah (30,43 persen). Di 12 observasi di Lampung Timur (26,09 persen), dan Kabupaten Pringsewu sebanyak 6 observasi (13,09 persen).

Sedangkan harga beras di tingkat penggilingan mengalami kenaikan. Rata-rata harga beras kualitas premium naik sebesar 2,88 persen dari RP 9.596,43 per kg menjadi Rp 9.872,73 per kg. Kemudian harga beas kualitas medium naik 0,22 persen dari RP 8.735 per kg menjadi Rp 8.754,17 per kg.“Kenaikan harga beras dikarenakan kualitas beras yang baik pada di bulan November 2020. Pada survei beras di penggilingan tidak ditemukan beras kualitas asalan,” katanya.

Dia mengatakan, rata-rata komponen mutu beras yang diperjualbelikan pada November 2020 menunjukkan hasil yang baik dibandingkan bulan sebelumnya dari rata-rata kadar air dan kadar broken. Rata-rata kader air tercatat 13,73 persen pada Oktober 2020 dan 13,66 persen pada November 2020. Rata-rata kadar broken tercatat 15,91 persen pada Oktober 2020 dan 15,86 persen pada November 2020.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA