Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

JK: Masjid Jangan Dijadikan Seruan Jihad

Selasa 01 Dec 2020 15:21 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Ani Nursalikah

JK: Masjid Jangan Dijadikan Seruan Jihad. Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla.

JK: Masjid Jangan Dijadikan Seruan Jihad. Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla.

Foto: Republika/Thoudy Badai
Seruan berjihad melalui adzan adalah kekeliruan yang harus diluruskan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla JK secara tegas menolak seruan jihad yang dilakukan sekelompok orang di masjid melalui adzan. JK menegaskan menambahkan seruan berjihad melalui adzan adalah kekeliruan yang harus diluruskan.

"Adzan hayya alal jihad itu keliru, harus diluruskan. DMI menyatakan secara resmi menolak hal-hal seperti itu. Masjid jangan dijadikan tempat untuk kegiatan yang menganjurkan pertentangan,” ujar JK dalam siaran pers saat rapat webinar dengan seluruh pengurus DMI se-Indonesia, juga pemuda-remaja masjid, Selasa (1/12) dari Kantor DMI di Jakarta.

JK menilai pengertian jihad jangan dijadikan seruan untuk membunuh, mengebom, atau saling mematikan. Sebab, jika jihad mengajak membunuh, seperti kejadian di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah merupakan pelanggaran yang luar biasa yang harus dihukum oleh negara.

Baca Juga

JK menilai jihad tidak bermakna negatif. "Karena menuntut ilmu atau berdakwa juga bisa diartikan berjihad. Sehingga kalau mau berjihad, dapat dilakukan dalam menuntut ilmu atau berdakwah," kata JK.

Pernyataan JK itu untuk merespons beredar video yang merekam sekelompok orang di masjid melafadskan adzan dengan tambahan kata jihad. Video menimbulkan keresahan karena masjid jadi tempat ajakan berjihad.

Hadir mendampingi mantan wakil presiden ke-10 dan ke-12, antara lain Wakil Ketua Umum DMI, yang juga mantan wakapolri, H Syafruddin, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI, KH Masdar Masudi, Wakil Sekjen MUI, KH Manan Abdul Ghani, Sekjen DMI, Imam Addaruquthni, dan Ketua Umum BKPRMI Said Al Idrus.

Sementara itu, KH Manan Ghani yang turut mendampingi JK mengatakan, jihad bermakna melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh. Oleh karena itu dia menganjurkan ajakan jihad untuk kebaikan yang bermanfaat bagi banyak orang.

KH Masdar Masudi menjelaskan mengubah adzan dengan ajakan jihad tidak dapat dibenarkan. Tetapi menurut dia, jihad tidak selamanya terkait dengan perang, namun bisa jihad untuk memerangi kemiskinan.

Wakil Ketua DMI Syafruddin mengingatkan kepada para pengurus DMI dan pemuda masjid agar tetap mewaspadai masalah keamanan. Dia juga mengingatkan banyaknya hoaks yang beredar sehingga pengurus jangan mudah terpengaruh, tetapi harus mengonfirmasi dan meluruskan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA