Sunday, 11 Jumadil Akhir 1442 / 24 January 2021

Sunday, 11 Jumadil Akhir 1442 / 24 January 2021

Ekstrak Biji Alpukat Bisa Jadi Pengawet Alami Daging Ayam

Selasa 01 Dec 2020 12:53 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Dwi Murdaningsih

Pedagang menata daging ayam ras di salah satu pasar. ilustrasi

Pedagang menata daging ayam ras di salah satu pasar. ilustrasi

Foto: Antara/Moch Asim
Biji alpukat memiliki aktivitas antibakteri, antioksidan, antikanker dan larvasida.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-M) dari Program Studi (Prodi) Kimia Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo membuat inovasi pengawet alami. Merke mengaplikasikan ekstrak biji alpukat (Persea Americana Mill) sebagai pengawet alami daging ayam potong.

Di bawah bimbingan dosen Venty Suryanti, tim tersebut beranggotakan, Aulia Azizah, Rahmat Untung Prasetya dan Dyah Ellyawati Kusumaningtyas Maharani. Dyah Ellywati mengatakan, ide tersebut bermula dari fenomena cepat membusuknya daging ayam bila tidak adanya pengawetan seperti pendinginan atau upaya lain.

Pada industri skala besar untuk kebutuhan pengiriman telah dilakukan dengan alat pendingin maupun penambahan bahan sintetis. Namun, dampak dari penggunaan bahan sintesis diketahui kurang baik untuk jangka panjang, khususnya bagi anak-anak maupun ibu hamil. Kemudian, pendingin yang dinilai lebih praktis dan umum digunakan ternyata memiliki kekurangan.

"Pendinginan dinilai praktis dan umum digunakan namun kami mengkaji bahwa pendinginan untuk produksi skala besar dan delivery dinilai lebih boros energi, khususnya penggunaan daya listrik serta dinilai lebih kurang efisien karena es memberi tambahan berat yang lebih pada muatan," jelas Dyah, seperti tertulis dalam siaran pers, Senin (30/11).

Dyah dan tim melihat biji alpukat berpotensi untuk dimanfaatkan mengawetkan daging ayam. Biji alpukat diteliti memiliki aktivitas antibakteri, antioksidan, antikanker dan larvasida yang dinilai efektif dalam menanggulangi mikroorganisme penyebab pembusukan khususnya bakteri dan jamur.

Ekstrak biji alpukat basah memiliki aktivitas antioksidan IC50 lebih dari 70 persen. Dedangkan ekstrak biji alpukat kering memiliki aktivitas antioksidan IC50 93 persen.

Ekstrak biji alpukat memiliki aktivitas antibakteri terhadap Clostridium sporogenes, Pseudomonas aeruginosa, Proteus mirabilis, Staphylococcus aureus dan memiliki aktivitas antijamur terhadap Aspergillus niger, Candida albicans dan Penicillium notatum.

Inovasi ini dapat diimplementasikan dengan cara merendam ayam potong dengan ekstrak biji alpukat. Selain itu, bisa langsung dioleskan pada ayam potong yang akan didistribusikan.

Baca Juga

"Kelebihan pengaplikasian inovasi ini ialah sebagai pengawet alami yang bersifat anti bakteri dan alternatif dalam proses pengiriman atau distribusi yang biasanya menggunakan metode pendinginan," kata dia.

Pada 26-27 November 2020, tim tersebut telah melakukan presentasi dalam gelaran Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2020 secara daring yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA