Wednesday, 7 Jumadil Akhir 1442 / 20 January 2021

Wednesday, 7 Jumadil Akhir 1442 / 20 January 2021

Holding Energi, Erick Thohir Sinergikan Hulu sampai Hilir

Selasa 01 Dec 2020 07:14 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Friska Yolandha

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyemprotkan cairan pembersih tangan saat akan mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/11/2020). Rapat tersebut membahas permasalahan Asuransi Jiwasraya, road map BUMN serta restrukturisasi BUMN.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyemprotkan cairan pembersih tangan saat akan mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/11/2020). Rapat tersebut membahas permasalahan Asuransi Jiwasraya, road map BUMN serta restrukturisasi BUMN.

Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Jolding energi akan membangun industri baterai besutan dalam negeri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan salah satu rencana besar membentuk holding energi dengan tiga perusahaan raksasa di dalamnya untuk memperkuat ketahanan energi. Ia mengatakan dengan holding energi, maka akan ada sinergi dari hulu sampai hilir.

Erick menjelaskan nantinya di holding energi akan ada proyek besar yaitu industri baterai besutan dalam negeri. Di dalamnya ada Pertamina, Inalum dan PLN yang akan mengakomodasi semua kebutuhan kendaraan listrik.

"Kita buat konsorsium dari PLN, Pertamina dan Inalum agar ini bisa masuk dari hulu sampai hilir. Market kendaraan listrik ke depan akan besar, dan kita akan bergerak ke green energy," ujar Erick, Senin (30/11) malam.

Baca Juga

Erick menjelaskan nantinya PLN akan memastikan peran pasokan listrik untuk kendaraan baterai ini tersedia. Mulai dari power supply hingga sistem charging. Pertamina akan memainkan peran di midstream, sedangkan Inalum akan memerankan bagian hulu, pemasok bahan baku dari industri baterai ini.

"Market ini harus dijaga.  EV baterai ini genset minyak ini bisa diganti pakai power battery, jadi tidak perlu pakai minyak lagi. Digitalisasi pembangkit dan pengadaan, implementasi smart grid, lalu peningkatan investasi, kita mau tidak mau harus ke green energy," ujar Erick.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA