Saturday, 3 Jumadil Akhir 1442 / 16 January 2021

Saturday, 3 Jumadil Akhir 1442 / 16 January 2021

Pasien Covid-19 di Lampung Tambah 157 Kasus

Selasa 01 Dec 2020 02:54 WIB

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Muhammad Fakhruddin

Pasien Covid-19 di Lampung Tambah 157 Kasus (ilustrasi).

Pasien Covid-19 di Lampung Tambah 157 Kasus (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com
Penambahan jumlah kasus positif Covid-19 di Lampung sebanyak 2.093 orang.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDAR LAMPUNG -- Jumlah pasien positif Covid-19 di Lampung bertambah lagi 145 kasus menjadi 3.918 orang pada Senin (30/1). Penambahan ini masuk kategori tinggi berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung sejak 18 Maret hingga 30 November 2020.

Selain penambahan pasien positif, terdapat juga penambahan pasien positif yang selesai isolasi (sembuh) sebanyak 47 orang dengan total sembuh 2.197 orang. Sedangkan penambahan pasien positif yang meninggal dunia bertambah 3 orang menjadi 182 orang.

Berdasarkan analisa data Dinkes Lampung tersebut, selama November 2020, penambahan jumlah kasus positif Covid-19 di Lampung sebanyak 2.093 orang. Hal tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan penambahan kasus positif pada Oktober 2020 sebanyak 931 orang.

Sedangkan kasus tertinggi selama November 2020, penambahan kasus positif Covid-19 mencapai 157 orang. Sementara penambahan kasus positif pada Senin (30/11) sebanyak 145 orang tertinggi kedua.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung dr Reihana menyatakan, pada November 2020 tim melakukan perluasan kontak tracing dengan pasien konfirmasi positif. "Perluasan ini dilakukan secara snawball (bola salju)," kata Reihana yang juga kepala Dinkes Lampung.

Menurut dia, terjadi peningkatan jumlah pasien positif Covid-19 di Lampung selama November 2020 karena perluasan kontak tracing tersebut, yakni orang yang kontak dengan pasien yang telah ditetapakan konfirmasi positif Covid-19. Ia mencontohkan satu orang positif Covid-19 dapat dilakukan perluasan kontak mencapai 200-an orang.

Perluasan kontak tracing, kata dia, menjadi penting untuk mengetahui dan memutus rantai penyebaran dan penularan virus corona kepada masyarakat lain. Meski terdapat pasien positif yang meningkat, namun pasien positif yang sembuh juga bertambah.

Sementara kasus pasien positif yang meninggal dunia, dia mengatakan hal tersebut terjadi karena pasien positif yang meninggal memiliki riwayat penyakit bawaan atau penyerta (kormobid). Misalnya, penyakit jantung, hipertensi, diabetes, hepatitis, dan lainnya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA