Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

322 Koperasi di Aceh Barat tak Aktif Akibat Pandemi

Senin 30 Nov 2020 23:47 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Ilustrasi Koperasi Warga. Sebanyak 322 dari 340 koperasi yang tersebar di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, hingga kini dinyatakan tidak aktif akibat terdampak pandemi COVID-19.

Ilustrasi Koperasi Warga. Sebanyak 322 dari 340 koperasi yang tersebar di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, hingga kini dinyatakan tidak aktif akibat terdampak pandemi COVID-19.

Foto: Foto : MgRol_93
Selain akibat pandemi, kepengurusan tak aktif juga pengaruhi koperasi di Aceh Barat

REPUBLIKA.CO.ID, MEULABOH -- Sebanyak 322 dari 340 koperasi yang tersebar di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, hingga kini dinyatakan tidak aktif akibat terdampak pandemi COVID-19.

“Dari 340 koperasi yang ada di Aceh Barat, saat ini hanya ada sekitar 15 sampai 18 koperasi saja yang aktif, selebihnya 322 koperasi tidak aktif,” kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Aceh Barat Zulyadi di Meulaboh, Senin.

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan pihaknya, selain akibat terdampak pandemi, banyaknya koperasi yang tidak aktif di daerah tersebut karena tidak adanya kepengurusan yang aktif.

Kalau pun ada beberapa pengurus koperasi yang aktif, kata dia, namun belum melakukan kegiatan usaha atau melakukan kegiatan sesuai dengan pembentukan koperasi.

Bahkan, kata Zulyadi, sebagian besar koperasi di daerah ini belum pernah melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) serta tidak pernah melaporkan kondisi keuangan koperasi kepada pemerintah daerah secara rutin.

Untuk itu pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan pengawasan secara ketat sekaligus melakukan pendataan ulang, guna memastikan keaktifan koperasi di daerah ini.

“Nanti kalau ada koperasi yang rutin melaporkan keuangan ke pemerintah daerah dan aktif, akan kita usulkan sertifikasi Nomor Induk Koperasi (NIK) ke Kementerian Koperasi di Jakarta, sehingga nantinya koperasi tersebut betul-betul memiliki legalitas yang kuat,” kata Zulyadi menegaskan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA