Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Viral Adzan Hayya Alal Jihad, PBNU Minta Jangan Terprovokasi

Selasa 01 Dec 2020 00:07 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Fakhruddin

Viral Adzan Hayya Alal Jihad, PBNU Minta Jangan Terprovokasi. KH Robikin Emhas

Viral Adzan Hayya Alal Jihad, PBNU Minta Jangan Terprovokasi. KH Robikin Emhas

Foto: Dok Republika
Semua pihak harus memperkuat toleransi dan saling menghargai.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), RobikiN Emhas menanggapi viralnya video sekompok orang yang mengganti panggilan shalat (hayya al sholah) dalam adzan dengan kalimat Hayya Alal Jihad (Mari berjihad).

Robikin meminta agar masyarakat Indonesia tidak terprovokasi dengan panggilan adzan yang diplesetkan tersebut.  “Jangan terpengaruh hasutan, apalagi terprovokasi. Agama jelas melarang keterpecah-belahan dan menyuruh kita bersatu dan mewujudkan perdamaian di tengah kehidupan masyarakat,” dalam keterangan tertulis yang dikirimkan Robikin kepada Republika.co.id, Senin (30/11).

Robikin menjelaskan, dalam negara bangsa yang telah merdeka seperti Indonesia, jihad harus dimaknai sebagai upaya sungguh-sungguh dari segenap komponen bangsa untuk mewujudkan cita-cita nasional.

“Apa itu? Mewujudkan perdamaian dunia, mencerdaskan kehidupan bangsa, memakmurkan ekonomi warga serta menciptakan tata kehidupan yang adil dan beradab,” ujar Robikin.

Oleh karena itu, menurut dia, di tengah kehidupan yang plural seperti di Indonesia ini, semua pihak harus memperkuat toleransi dan saling menghargai baik sesama maupun antar pemeluk suatu agama, etnis, budaya, dan lain-lain.

“Mari kita kokohkan persatuan dan kesatuan. Kita perkuat persaudaraan sesama warga bangsa dan persaudaraan kemanusiaan sebagai sesama keturunan anak cucu Nabi Adam Alaihissalam,” kata Robikin.

Dalam video viral yang dikirimkan Robikin tersebut, tampak lima orang jamaah sedang berdiri. Salah satu jamaah berkemeja hitam yang berdiri paling depan kemudian melantunkan adzan. Namun, dalam adzannya pria tersebut melantunkan kalimat “Hayya Alal Jihad” dan diikuti oleh jamaah lainnya. Padahal, kalimat yang benar dalam adzan adalah “Hayya Ala Sholah”.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA