Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Pelaku Pembunuhan Sekeluarga di Sigi Dikejar ke Gunung

Senin 30 Nov 2020 21:19 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Indira Rezkisari

Sebuah mobil pasukan Brimob Polri melintas di sekitar perkampungan warga di Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Ahad (29/11/2020). Aparat keamanan masih memburu para pelaku penyerangan yang diduga dilakukan kelompok teroris MIT pimpinan Ali Kalora yang terjadi pada Jumat (27/11/2020) lalu yang menewaskan empat orang warga desa setempat

Sebuah mobil pasukan Brimob Polri melintas di sekitar perkampungan warga di Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Ahad (29/11/2020). Aparat keamanan masih memburu para pelaku penyerangan yang diduga dilakukan kelompok teroris MIT pimpinan Ali Kalora yang terjadi pada Jumat (27/11/2020) lalu yang menewaskan empat orang warga desa setempat

Foto: ANTARA/Faldi/Mohamad Hamzah
Medan pengejaran pelaku pembunuhan sekeluarga di Sigi tidak mudah karena di hutan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono menegaskan Satgas Tinombala, Densus 88, Brimob Polda Sulawesi Tengah dibantu oleh TNI tengah melakukan pengejaran terhadap kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Kelompok pimpinan Ali Kalora itu diduga melakukan pembantaian satu keluarga dan pembakaran rumah di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

"Melakukan pengejaran di sekitar daerah pegunungan Lembantongoa Kabupaten Sigi, dikarenakan memang selama ini pergerakan mereka mulai dari Pegunungan Sigi, Parigi Moutong sampai dengan Poso," ujar Awi dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (30/11).

Apalagi, menurut Awi, kasus teror ini menjadi perhatian pemerintah dan diharapkan segera menangkap kelompok Ali Kalora untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Meskipun medan di sana (Sulawesi Tengah) tidak gampang untuk dilewati. Karena selain berada di hutan belantara, juga memiliki ketinggian hingga 2.500 mdpl

Selain itu, lanjut Awi, Polda Sulawesi Tengah dan Polres Sigi pada saat ini dipimpin oleh Karo SDM Polda Sulawesi Tengah telah melaksanakan pendistribusian sembako baik yang diterima dari masyarakat maupun dari Polda Sulawesi Tengah sendiri dibagikan kepada pengungsi. Juga melaksanakan trauma healing bagi para korban dan para pengungsi

"Karena para korban menyaksikan langsung kekejian para pelaku teror tersebut," ungkap Awi.

Kemudian, kata Awi, terkait dengan jumlah pengungsi sebanyak 49 KK yang saat ini masih berada di Balai Desa Lembantongoa, Sigi. Sampai saat ini juga di daerah pengungsian dan TKP telah ditempatkan 1 pleton Brimob dan 20 orang gabungan anggota reserse dan intelkam dari Polda Sulawesi Tengah dan Polres Sigi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA