Friday, 9 Jumadil Akhir 1442 / 22 January 2021

Friday, 9 Jumadil Akhir 1442 / 22 January 2021

Hasnaeni Harap Semua Pihak Tekan Jumlah Pengangguran

Senin 30 Nov 2020 21:02 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Pengangguran (ilustrasi)

Pengangguran (ilustrasi)

Pandemi turut memengaruhi angka pengangguran Tanah Air.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Data terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) bulan ini menjabarkan tingkat pengangguran terbuka hingga Agustus 2020 mencapai 7,07 persen, dengan jumlah penganggur sebanyak 8,98 juta orang. Terdapat 29,12 juta orang penduduk usia kerja yang terdampak. Rinciannya, pengangguran karena Covid-19 sebesar 2,56 juta orang, dan bukan angkatan kerja karena Covid-19 sebesar 0,76 juta orang.

Sementara yang tidak bekerja karena Covid-19 sebesar 1,77 juta orang. Lalu, yang bekerja dengan pengurangan jam kerja bertambah sebanyak 24, 03 juta orang. 

Menanggapi ini, tokoh wanita Tanah Air, Hasnaeni Moein, mengatakan, saat ini penting bagi semua pihak untuk bahu-membahu bersama pemerintah dalam mengatasi masalah pengangguran yang kian meningkat semasa wabah Covid-19. Hal itulah, klaim dia, yang dilakukannya bersama Partai Era Masyarakat Sejahtera (Emas) 

"Kita akan terus membantu masyarakat untuk menghadirkan lapangan pekerjaan. Kita akan prioritaskan setiap kader dan simpatisan Partai Emas untuk memperoleh pekerjaan," kata Hasnaeni yang menduduki posis sebagai Ketum partai tersebut, Senin (30/11).

Ia mengatakan, pihaknya juga senantiasa berusaha menciptakan peluang usaha atau bisnis bagi kader dan simpatisannya. Hal ini, kata Hasnaeni sejalan dengan upaya pemerintah. 

"Ini seiring dengan langkah pemerintah untuk memberikan pekerjaan bagi masyarakat maupun peluang untuk berbisnis, dalam rangka mengatasi meningkatnya angka pengangguran semasa pandemi Covid-19," ujarnya.

"Partai Emas sendiri, sebelumnya telah mengeluarkan tujuh manfaat bagi masyarakat yang bergabung dalam partai tersebut. Antara lain jaminan masa depan, jaminan kesehatan, dan jaminan pendidikan," ujarnya menambahkan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA

 
 
 

TERPOPULER

Kamis , 01 Jan 1970, 07:00 WIB