Sunday, 3 Jumadil Awwal 1444 / 27 November 2022

Covid-19 Depok Masih Tinggi, PSBB Proporsional Diperpanjang

Senin 30 Nov 2020 19:11 WIB

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Endro Yuwanto

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jabar, Daud Achmad.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jabar, Daud Achmad.

Foto: Republika/Bayu Adji P.
PSBB secara proporsional di Kota Depok sebelumnya berakhir pada 25 November 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kota Depok kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara proporsional hingga 23 Desember 2020. PSBB secara proporsional di Kota Depok sebelumnya berakhir pada 25 November 2020.

Perpanjangan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Jabar Nomor:443/Kep.783-Hukham/2020 tentang Perpanjangan Kedelapan Pemberlakuan PSBB secara Proporsional di Wilayah Bodebek (Kota Bogor, Depok, Bekasi, Kabupaten Bogor, dan Bekasi) dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19. Kepgub tersebut ditandatangani Gubernur Jabar Ridwan Kamil pada Kamis (26/11).

Ketua Harian Komite Kebijakan Pananganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar Daud Achmad mengatakan, dalam Kepgub tersebut, kepala daerah wilayah Bodebek dapat menerapkan PSBB secara proporsional sesuai dengan level kewaspadaan daerah.

"PSBB secara proporsional disesuaikan dengan kewaspadaan daerah di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan dalam bentuk Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM)," ujar Daud dalam keterangan resminya, Senin (30/11).

Menurut Daud, keputusan perpanjangan PSBB secara proporsional di wilayah Bodebek, diselaraskan dengan kebijakan Pemerintah DKI Jakarta yang memperpanjang PSBB transisi hingga 6 Desember 2020. Keputusan didasarkan juga pada berbagai hasil kajian epidemiologi. "Penambahan kasus di wilayah Bodebek dalam sepekan terakhir ini masih cukup tinggi," jelas dia.

Berdasarkan data PIKOBAR (Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar) pada Senin (30/11) pukul 11:00 WIB, jika diakumulasikan, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di kawasan Bodebek dalam tujuh hari terakhir bertambah 880 kasus. "Untuk itu, kepada masyarakat Jabar, khususnya Bodebek, untuk displin menerapkan protokol kesehatan 3M," tegas dia.

Masyarakat bersama pemerintah, lanjut Daud, merupakan garda terdepan melawan Covid-19. Banyak bukti ilmiah menunjukkan, penerapan protokol kesehatan efektif mencegah penularan Covid-19. "Kalau protokol kesehatan diterapkan dengan ketat, kami yakin pengendalian Covid-19 dan pemulihan ekonomi di Jabar dapat berjalan bersamaan," pungkas Daud.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA