Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

MU Gerak Cepat Agar Cavani tak Dihukum

Senin 30 Nov 2020 18:51 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Israr Itah

Striker MU Edinson Cavani (kanan) dan rekan setimnya Victor Lindelof melakukan selebrasi seusai menyamakan kedudukan ke gawang Soton, Ahad (29/11).

Striker MU Edinson Cavani (kanan) dan rekan setimnya Victor Lindelof melakukan selebrasi seusai menyamakan kedudukan ke gawang Soton, Ahad (29/11).

Foto: EPA-EFE/Mike Hewitt 
Kata yang digunakan Cavani diklaim sebagai ekspresi sayang di negara asalnya Uruguay.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Manchester United (MU) bergerak cepat melindungi pemainnya dari masalah. MU menghubungi Edinson Cavani untuk meminta penjelasan terkait ungahannya di media sosial Instagram yang dinilai bernada rasialis setelah MU menang 3-2 atas Southampton, Ahad (29/11).

Turun dari bangku cadangan pada awal babak kedua, Cavani mencetak dua gol dalam kebangkitan apik MU. Ucapan selamat berdatangan via media sosial. Cavani menanggapi sebuah unggahan dari seorang temannya di Instagram dengan menuliskan, 'Gracias negrito' (Terima kasih, orang hitam kecil).

Postingan tersebut dihapus sekitar tiga jam setelah pertama kali diunggah. The Times melaporkan, manajemen MU telah mengetahui kontroversi tersebut dan menghubungi Cavani atas masalah tersebut.

Baca Juga

Cavani dan United sekarang bersiap untuk penyelidikan dari Federasi Sepak Bola Inggris (FA) atas hal ini.  Cavani dilaporkan mengatakan kepada United bahwa itu digunakan sebagai ekspresi sayang di negara asalnya Uruguay, yang biasa dalam hubungan persahabatan dengan seorang teman. Padahal di Inggris kata tersebut bisa jadi sangat sensitif.

Jika FA menilai unggahan tersebut bernada rasialis, Cavani kemungkinan besar akan menerima hukuman serupa seperti Bernardo Silva. Setahun lalu, gelandang Manchester City itu juga menuliskan kata mirip di unggahan media sosialnya, meskipun tanpa maksud mencela. Bernardo dilarang bermain dalam satu pertandingan, didenda 50 ribu poundsterling, dan diperintahkan untuk menyelesaikan pendidikan tatap muka.

Cavani bisa jadi terbebas dari hukuman. Ia punya alibi baru sekitar dua bulan berada di Inggris dan kemungkinan besar tidak mengetahui perbedaan arti istilah tersebut di Amerika Selatan dengan Eropa. 

Mantan pemain Tottenham Hotspur dan Chelsea Gustavo Poyet pernah memberikan penjelasan untuk kasus Luis Suarez yang sempat terjerat kasus seropa.

"Di Uruguay itu adalah julukan untuk seseorang yang kulitnya lebih gelap dari yang lain," jelasnya saat itu, dikutip dari Metro, Senin (30/11). "Itu tidak menyinggung. Orang-orang seperti itu adalah bagian dari masyarakat kami. Kami akan membela mereka, berperang dengan mereka, berbagi segalanya dengan mereka, dan pada saat yang sama menggunakan kata itu."

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA