Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Lahan Pertanian Keluarga Jennifer Lawrence Alami Kebakaran

Senin 30 Nov 2020 18:09 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Nora Azizah

Aktris Jennifer Lawrence dan keluarganya tengah dilanda musibah (Foto: Jennifer Lawrence)

Aktris Jennifer Lawrence dan keluarganya tengah dilanda musibah (Foto: Jennifer Lawrence)

Foto: AP
Lahan pertanian keluarga Jennifer Lawrence juga dijadikan perkemahan musim panas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktris Jennifer Lawrence dan keluarganya tengah dilanda musibah. Pasalnya, tanah pertanian keluarga dan perkemahan musim panas milik mereka di Kentucky, Amerika Serikat (AS), mengalami kebakaran. 

Menurut laman USA Today yang dilansir Senin (30/11), tanah yang terbakar itu adalah lahan Camp Hi-Ho di Simpsonville, Kentucky. Lahan itu dijalankan oleh saudara laki-laki Lawrence, Blaine. 

Blaine membagikan pernyataan di halaman Facebooknya. Dalam sebuah pernyataan itu, dia merinci apa saja yang telah terbakar pada peristiwa yang terjadi pada Jumat malam. Dia bahkan membutuhkan setengah lusin truk untuk mengendalikan api. 

Baca Juga

Blain mengatakan, tak ada kata yang bisa diungkapkan untuk mewujudkan rasa sakit yang mereka alami. Blaine berucap terima kasih kepada pemadam kebakaran yang menanggapi.

“Dengan hati yang terberat kami mengkonfirmasi berita bahwa kami kehilangan gudang kami tadi malam dalam kebakaran yang mengerikan. Kami sangat bersyukur bahwa tidak ada orang atau hewan yang terluka, tetapi kami masih berduka atas hilangnya kerja keras dan kenangan yang terjadi di dinding ini,” tulisnya pernyataan tersebut.

Asisten Kepala Pemadam Kebakaran Simpsonville, Bobby Cravens, mengatakan kepada WLKY-TV dari tempat kejadian bahwa salah satu masalah dengan pemadam kebakaran adalah suplai air di lokasi pedesaan. "Sayangnya, di daerah seperti ini, tanpa hidran, kami harus menyimpan semua tangki air kami untuk upaya pemadaman," kata Cravens.

Ibu Lawrence, Karen, mengatakan dalam sebuah wawancara pada 2019 lalu. Dia menyebut kamp itu menawarkan seni dan kerajinan, kuda, panahan, danau, memancing, kayak, perahu dayung, benteng dan tempat bernama Hammock City, di mana banyak tempat tidur gantung diikat ke pohon. 

“Dan anak-anak bisa hang out di sana sepanjang hari dan membaca atau bahkan melamun. Ada juga taman kupu-kupu dan kebun sayur,” jelas dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA