Monday, 5 Jumadil Akhir 1442 / 18 January 2021

Monday, 5 Jumadil Akhir 1442 / 18 January 2021

Pemkot Solo Tutup Operasional Pasar Gede Sisi Timur

Senin 30 Nov 2020 16:59 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Dwi Murdaningsih

Pasar Gede Solo.

Pasar Gede Solo.

Foto: Republika/binti sholikah
Pasar ditutup 7 hari karena ada pedagang yang terpapar covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menutup operasional Pasar Gede sisi timur lantaran belasan pedagang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Penutupan operasional dilakukan selama sepekan mulai Selasa (1/12) sampai Senin (7/12).

Penutupan operasional Pasar Gede sisi timur ditetapkan dalam Surat Edaran (SE) nomor 067/3004 yang diteken Sekda Solo, Ahyani, Senin (30/11). Selama pasae ditutup, pedagang kios, los, dan pelataran dilarang melakukan aktivitas jual beli di pasar. Pemkot akan melakukan sterilisasi pasar dan para pedagang melakukan isolasi mandiri.

Kasus bermula dari dua pedagang yang dinyatakan reaktif saat mengikuti rapid test gratis. Setelah dilakukan swab, ternyata keduanya positif Covid-19.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo, Heru Sunardi, mengatakan, setelah dilakukan penelusuran (tracing) ternyata Dinas Kesehatan Kota (DKK) melaporkan penambahan delapan kasus, dari sebelumnya tiga kasus. Sehingga, totalnya ada 11 pedagang yang dinyatakan positif Covid-19.

"Akhirnya Satgas Covid diskusi setelah upacara untuk segera dilakukan tindakan agar tidak terjadi penyebaran, pasar supaya ditutup. Pedagangnya melakukan karantina mandiri," kata Heru kepada wartawan, Senin (30/11).

Menurut Heru, keputusan menutup pasar sisi timur tersebut telah diinformasikan kepada pedagang Pasar Gede melalui paguyuban pedagang. Para pedagang juga diimbau untuk mengambil barang dagangan yang mudah busuk agar dibawa pulang. Selain itu, Pemkot melaksanakan disinfeksi pasar pada Senin sore pukul 16.00 WIB.

"Pasar Timur. Jadi bukan yang pasar buah. Penutupan tujuh hari, semoga nanti tidak ada perubahan," kata dia.

Setelah keputusan penutupan pasar tersebut, Dinas Perdagangan akan rutin melakukan penyemprotan disinfektan di area pasar. Selain itu, melakukan patroli, menghalau kepada para pedagang untuk tidak beraktivitas jual beli di sekitar pasar.

"Karena diamanatkan pedagang untuk melakukan karantina. Yang namanya karantina ya dirumah istirahat, tidak berjualan di lain tempat," ujarnya.

Di sisi lain, Heru mengimbau kepada seluruh pedagang pasar di Kota Solo agar tertib melaksanakan protokol kesehatan tidak hanya di pasar, melainkan juga di semua tempat. Sebab, ketika hanya tertib di pasar dan abai di tempat lain, ada kemungkinan penularan terjadi di luar pasar.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, meminta agar operasional Pasar Gede ditutup untuk mencegah penyebaran Covid-19. "Ya tutup. Tidak ada istilah tidak ditutup. Kalau kemarin tidak ditutup kan belum tahu hasilnya (swab)," terang Rudyatmo.

Karenanya, Wali Kota meminta Kepala Dinas Perdagangan melakukan sterilisasi pasar, seperti yang dilakukan di Pasar Harjodaksino beberapa waktu lalu. "Tadi saya minta langsung sosialisasi supaya pedagang tidal telanjur kulakan," imbuh Wali Kota.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA