Wednesday, 9 Ramadhan 1442 / 21 April 2021

Wednesday, 9 Ramadhan 1442 / 21 April 2021

Anjungan PHE-12 Beroperasi Kembali

Senin 30 Nov 2020 15:18 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Fuji Pratiwi

PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore ( PHE WMO) anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE), mulai mengaktifkan kembali anjungan PHE-12.

PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore ( PHE WMO) anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE), mulai mengaktifkan kembali anjungan PHE-12.

Foto: istimewa
Proyek ini diharapkan dapat menambah produksi migas sebesar 1.000 bopd.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore ( PHE WMO) anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE), mulai mengaktifkan kembali anjungan PHE-12 yang berada 50 km dari bibir pantai Kabupaten Bangkalan, Madura, Provinsi Jawa Timur.

Anjungan PHE-12 yang terdiri dari dua sumur yaitu PHE-12 A1 dan PHE-12 A3, berhasil aktif kembali pada 16 November 2020 untuk sumur A1 dan  pada 24 November 2020 untuk sumur A3.

Direktur Pengembangan dan Produksi PHE, Taufik Aditiyawarman menjelaskan, pelaksanaan proyek ini menjalankan komitmen OTOBOSOR (on time, on budget, on scope dan on return).

Baca Juga

"Kami bersyukur anjungan PHE-12 ini dapat berproduksi kembali sesuai yang direncanakan. Proyek ini diharapkan dapat menambah produksi migas sebesar 1.000 barel minyak per hari (bopd) bagi PHE WMO," kata Taufik.

Rangkaian kegiatan reaktivasi anjungan PHE-12 ini dimulai sejak 21 Februari 2020 dengan proses first cut (jacket fabrication), load out topside dan jacket, sailaway, instalasi jacket dan topside serta penyelesaian hook up dan pre-commissioning pada 26 Oktober 2020 yang juga lebih cepat dari rencana target yaitu 7 November 2020.  

Taufik mengaku, pelaksanaan proyek PHE-12 yang berjalan di masa pandemi Covid-19 memiliki tantangan yang tinggi. Selain operasional yang tergolong beresiko tinggi, tim juga harus ekstra dalam menerapkan protokol kesehatan di lapangan.

General Manager PHE WMO, Dwi Mandhiri menambahkan, sejak first cut (jacket fabrication) pada Februari lalu hingga start up pada November 2020, proyek ini dapat dilaksanakan tanpa kecelakaan kerja dengan total 601,603 safe man hours (zero incident) serta tidak ditemukan kasus konfirmasi Covid-19.

"Apresiasi setinggi tingginya kepada semua tim dan semua pihak atas usaha dan kerja keras sehingga proyek berjalan lancar dan aman," kata Dwi.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA