Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Ekonom: Diversifikasi Pangan, Petani Butuh Insentif Ekonomi

Senin 30 Nov 2020 15:11 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Nidia Zuraya

Wakil Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Bustanul Arifin.

Wakil Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Bustanul Arifin.

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Selain harga, kepastian pasar dan jaminan pembelian menjadi insentif untuk petani.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Upaya mendorong diversifikasi pangan lokal perlu disertai dengan insentif ekonomi bagi petani yang memadai. Wakil Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Bustanul Arifin, mengatakan, petani hanya akan merespons kebijakan pemerintah jika diberikan insentif.

"Pangan lokal harus didorong dalam konteks kedaulatan pangan. Harga adalah suatu insentif yang menjadi basis pengambilan keputusan apakah diversifikasi pangan menguntungkan atau tidak," kata Bustanul dalam webinar Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Senin (30/11).

Ia mengatakan, selain harga, kepastian pasar dan jaminan pembelian menjadi insentif yang penting. Sebab, dengan kepastian akan menjaga keberlanjutan usaha komoditas pangan lokal yang diproduksi oleh petani.

Baca Juga

Ketersediaan infrastruktur fisik seperti jalan, jembatan, kendaraan, jaringan telepon, internet, dan rantai berpendingin juga memegang faktor penting dalam menggenjot produksi pangan lokal. Adapun dari sisi sisi distribusi, bisa dilakukan sistem penjualan tertutup dengan kontrak kemitraan usaha.

Lebih lanjut, Bustanul mengatakan pada tahap pemasaran, platform digital harus digunakan. Platform yang termudah yakni media sosial. "Akses internet dan teknologi data lebih bermanfaat jika digunakan untuk mendukung bisnis sebagai alternatif pemasaran produk pertanian," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA