Tuesday, 6 Jumadil Akhir 1442 / 19 January 2021

Tuesday, 6 Jumadil Akhir 1442 / 19 January 2021

Ini Identitas Delapan Orang Tewas dalam Kecelakaan di Cipali

Senin 30 Nov 2020 14:40 WIB

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Teguh Firmansyah

Garis Polisi (ilustrasi)

Garis Polisi (ilustrasi)

Foto: Antara/Arif Pribadi
Dua jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG  -- Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat telah mengidentifikasi identitas delapan orang yang tewas akibat terlibat kecelakaan di ruas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) kilometer 78, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Senin dini hari. Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Barat Kombes Pol Eddy Djunaedi mengatakan kebanyakan korban tewas yang teridentifikasi itu berasal dari daerah Jawa Tengah.

Namun dari total 10 korban tewas, identitas dua orang lainnya masih diidentifikasi."Dua korban lainnya masih identifikasi," kata Eddy saat dihubungi dari Bandung, Jawa Barat, Senin.

Dari delapan korban yang telah teridentifikasi, empat korban berasal dari Pekalongan, Jawa Tengah. Salah satunya yakni sopir minibus bernama bernama Tutur Ehwan Setiawan (43), dan tiga adalah penumpang yakni Saepudin (41) Rasbowibowo (55), Vina (25).

Baca Juga

Kemudian tiga korban lainnya yang berasal dari Pemalang, Jawa Tengah, yakni penumpang bernama Kiswoyo (47), Sudirjo (47), dan Sumitri (60). Lalu, terakhir penumpang bernama Afrizal (45) yang berasal dari Tanah Datar, Sumatera Barat.

Adapun menurut Eddy kecelakaan itu terjadi pada Senin pukul 03.00 WIB. Kecelakaan itu melibatkan tiga kendaraan yaitu satu unit minibus dan dua unit truk. Pada saat kejadian, kata Eddy, delapan korban meninggal di lokasi kejadian.

Sedangkan dua korban lainnya meninggal saat dalam upaya penanganan medis."Kita baru selesai olah TKP dengan metode TAA (Traffic Accident Analysis). Jadi penyebab kecelakaannya juga belum tahu jelas kenapa," kata Eddy.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA