Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Kecam Teror Sigi, JK: Itu Melampaui Batas Kemanusiaan

Ahad 29 Nov 2020 21:33 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Nidia Zuraya

Jusuf Kalla

Jusuf Kalla

Foto: Republika
Satu keluarga di Sigi menjadi korban aksi teroris.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) mengecam pembunuhan sadis terhadap satu keluarga di Dusun Tokelemo, Desa Lembontonga, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat (27/11). JK menyebut, aksi yang diduga dilakukan oleh kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso pimpinan Ali Kalora itu sebagai kejahatan yang melampaui batas kemanusiaan. 

"Saya mengecam keras aksi teroris yang melampaui batas batas kemanusiaan yang terjadi di Poso tersebut," ujar JK seperti dikutip dalam siaran pers, Ahad (29/11).

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 itu juga menyampaikan bela sungkawa mendalam atas meninggalnya satu keluarga di Desa Lemba Tonga, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah itu.

Baca Juga

"Saya menyampaikan bela sungkawa yang mendalam, semoga para korban mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan. Dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," kata JK.

JK mengatakan, aparat keamanan selama ini telah berupaya keras dalam menumpas kelompok teroris yang ada di Indonesia. Namun, JK menilai perlu usaha keras lagi untuk menumpas kelompok teror hingga akar untuk memastikan tidak ada gerakan teror di Tanah Air.

"Agar mereka tidak bekeliaran lagi di Poso, demikian pula gerakan teror di wilayah lainnya di Indonesia ini. Dengan usaha keras aparat akan memulihkan rasa  ketakutan masyarakat sekaligus memberi  jaminan keamanannya," ujar JK.

JK menilai, masalah terorisme adalah musuh bersama bagi seluruh umat manusia. Karena itu, ia mengingatkan dibutuhkan dukungan semua pihak untuk memberangus teroris hingga akar-akarnya.

"Karena itu harus dilakukan perlawanan secara bersama sama tanpa rasa takut," katanya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA