Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

RNI Targetkan Holding BUMN Pangan Terbentuk Januari 2021

Ahad 29 Nov 2020 17:15 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Nidia Zuraya

Logo PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI)

Logo PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI)

Foto: Facebook PT RNI
Holding BUMN Pangan akan beranggotakan 9 BUMN pangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama PT RNI (Persero), Arief Prasetyo Adi, mengatakan, RNI akan fokus menuntaskan proses pembentukan Holding BUMN Pangan. Maksimal ditargetkan selesai pada Januari 2021.

"Jadi saya diminta oleh Pak Menteri BUMN (Erick Thohir) dan Wamen BUMN I (Budi Gunadi Sadikin) untuk mengawal proses ini di awal penugasan saya sebagai direktur utama," kata Arief kepada Republika.co.id, Ahad (29/11).

Arief menjelaskan, Holding BUMN Pangan akan beranggotakan para perusahaan pelat merah yang kini telah masuk ke dalam BUMN Klaster Pangan. Di antaranya yakni PT Sang Hyang Seri (Persero), PT Pertani (Persero), PT Perinus (Persero), Perum Perindo, PT PPI (Persero), PT BGR (Persero), PT Berdikari (Persero), serta PT Garam (Persero), serta PT RNI (Persero) sebagai Ketua BUMN Klaster Pangan.

Baca Juga

Ia menuturkan, perusahaan yang yang masih berstatus Perum akan dinaikkan menjadi Persero. Selanjutnya, Sang Hyang Seri dan Pertani akan dimerger, begitu pula Perinus dan Perindo yang juga dimerger. Sehingga, nantinya akan terdapat lima anggota Holding BUMN Pangan bersama 11 anak usaha RNI.

Menurut dia, Kementerian BUMN semula menargetkan Holding BUMN Pangan bisa tuntas pada Desember 2020. Namun, kemungkinan baru bisa tercapai paling lambat pada bulan Januari tahun depan. Menurut Arief, banyak proses yang harus dilalui terutama soal teknis pendataan aset masing-masing perusahaan.

"Kita mensegerakan holding tapi prosesnya harus benar dan ini harus satu persatu sembilan BUMN kita laporkan ke Kementerian Keuangan perihal portofolionya," kata Arief.

Arief menuturkan, ketika holding sudah terbentuk, Kementerian BUMN telah menyiapkan matriks rencana kerja holding. Hal itu tentu akan dikerjakan sesuai rencana jika nantinya holding telah resmi terbentuk. "Ini perlu waktu dan cita-cita kita memang membuat holding pangan supaya menjadi efektif dan efisien," ujarnya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA